
Personel Densus 88 Anti Teror membawa terduga teroris menuju mobil tahanan setibanya di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (18/3/2021). Sebanyak 22 tahanan kasus terorisme jaringan Jamaah Islamiyah (JI) dari Jawa Timur tiba di
JawaPos.com - Mabes Polri mengungkap berbagai modus penggalangan dana yang dilakukan kelompok teroris. Pengumpulan dana ini dilakukan secara online maupun offline.
"Masyarakat harus memahami bahwa ada penggalangan dana yang berkedok kemanusiaan yang juga merupakan afiliasi dari kelompok teroris," Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan kepada wartawan, Jumat (27/5).
Secara offline pencarian dana menerapkan kosep sumbangan atau donasi. Cara ini dilakukan dengan berbagai cara, seperti menyumbangkan atau memberikan uang atau aset yang dimiliki secara langsung kepada sesama anggota kelompok.
Bisa pula dengan menjual aset pribadi. Pada aspek ini cenderung digunakan oleh seseorang untuk biaya hijrah ke luar negeri baik ke Suriah maupun Filipina, untuk bergabung dengan kelompok ISIS.
Cara lainnya dengan perampokan. Kelompok JAD dan AD mengenal istilah perampokan dengan sebutan fa'i. Mereka melakukan berbagai perampokan untuk mendapatkan dana, misalnya kelompok Abu Roban pada 2013 melakukan berbagai perampokan bank BRI, kantor pos dan toko bangunan. Pada 2016 AD juga melakukan perampokan toko emas untuk biaya hijrah ke Suriah.
"Kelompok MIT cenderung melakukan pencurian roda dua dan dijual yang uangnya dikirimkan ke kelompok MIT yang berada di gunung," imbuh Ramadhan.
Sedangkan untuk sistem online bisa dengan crowdfunding. Kelompok teroris memanfaatkan media sosial untuk mencari sumbangan dari kelompoknya maupun orang umum. Mereka biasanya mengatasnamakan sosial agama dan pendidikan.
Cara lainnya yakni mengandalkan sumbangan dari luar negeri. Pada 2016 kelompok JAD Surakarta mendapatkan kiriman dana dari Bahrunaim yang berada di Suriah, untuk melaksanakan bom bunuh diri di Polres Surakarta.
Cara terakhir yakni mendapat uang dari pinjaman online (pinjol). "Tahun 2019 kelompok JAD Jawa Barat melakukan berbagai pinjaman online melalui berbagai jasa pinjol untuk memgumpulkan dana, mereka mampu mendapatkan belasan juta dari pinjol," pungkas Ramadhan.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
