alexametrics

Istri Awak Nanggala: Kalau Nanti Aku Pergi, kan Nggak Ada yang Belikan

27 April 2021, 12:40:24 WIB

JawaPos.com – Kementerian Sosial (Kemensos) melalui Balai Anak Antasena Magelang mengirimkan Tim Layanan Dukungan Psikososial (LDP) untuk mendampingi keluarga prajurit Hiu Kecana, yang gugur dalam tenggelamnya KRI Nanggala-402 saat melaksanakan tugas di sekitar perairan laut utara Bali. Balai-balai yang merupakan Unit Pelaksana Teknis milik Kemensos diperintahkan untuk dapat memberikan penguatan dan pendampingan psikososial bagi keluarga ABK KRI Nanggala 402 tersebut.

“Tujuan dari pelaksananan dukungan psikososial ini adalah untuk menguatkan mental psikologis keluarga korban agar dapat melalui cobaan ini dengan kuat dan menunjukkan kepedulian pemerintah serta menegaskan bahwa mereka tidak sendiri dalam menghadapi cobaan ini,” kata Sumarno, pekerja sosial balai anak Antasena dalam keterangannya, Selasa (27/4).

Tim LDP Balai Anak Antasena mengunjungi keluarga dari almarhum Serka (Bah) Ruswanto yang berlokasi di Dusun Candi Jaya Rt 18 Rw 05 Desa Candi, Sidoarjo, Jawa Timur. Didampingi oleh Kepala Dusun Candi Jaya dan Satuan Bakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos) Kabupaten Sidoarjo, Tim diterima oleh keluarga almarhum.

Almarhum Serka (Bah) Ruswanto meninggalkan seorang istri dan dua orang anak laki-laki yang berusia 6 tahun dan 10 bulan. Isrti almarhum, Sri Nurcahyani adalah seorang ibu rumah tangga.

Sumarno menyampaikan, kondisi istri almarhum saat bertemu dengan Tim LDP Balai Anak Antasena terlihat lemah dengan mata sembab dan berkaca-kaca. Saat Pekerja Sosial melakukan pendampingan, sang istri mengatakan jika saat ini ia mengalami kebingungan terkait kondisi dirinya dan kondisi kedua anaknya.

Pasalnya selama hidup almarhum selalu memenuhi keinginan dirinya dan anak-anaknya. Tidak pernah marah, bijaksana dan ketika libur selalu menghabiskan waktu bersama keluarganya.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Muhammad Ridwan

Saksikan video menarik berikut ini:


Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads