
Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono (Istimewa)
JawaPos.com - Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono (BHS) menyoroti kebakaran hutan di Indonesia yang mencapai hampir 20 ribu titik dan mengakibatkan kerugian berskala besar. Mulai kesehatan masyarakat, keselamatan satwa, kerusakan tumbuhan yang berpotensi menjadi bahan obat-obatan dunia, hingga rumah penduduk dan korban jiwa.
Menurut BHS, kondisi tersebut perlu dievaluasi untuk mengetahui siapa yang bertanggung jawab. Ia menilai ribuan titik api tersebut tidak bisa hanya diidentikkan dengan ulah 32 pengusaha. Terlebih kebakaran yang terjadi itu juga banyak berada di kawasan hutan Perhutani.
BHS menambahkan kebakaran hutan tidak hanya terjadi di Kalimantan dan Sumatera, tetapi juga di Pulau Jawa dan hampir seluruh pulau besar di Indonesia. Menurutnya, kondisi ini perlu menjadi perhatian serius. Mengingat sebagian kawasan hutan tersebut berada dalam pengelolaan Perum Perhutani.
BHS menegaskan Kementerian Kehutanan bersama Perhutani seharusnya yang paling bertanggung jawab untuk melakukan perawatan hutan saat musim kemarau panjang. Misalnya melalui penyiraman menggunakan pesawat pengebom air (water bombing), rekayasa teknologi (hujan buatan), maupun sistem sprinkler seperti yang dilakukan di sejumlah negara di Asia Tenggara.
“Gelontoran air yang menghidupi hutan-hutan kita, selama hutan kita tidak tersiram air hujan, tidak boleh dibiarkan selama lebih dari 21 hari. Seharusnya dua instansi tersebut sudah melakukan penyiraman sebelum 21 hari. Sehingga hutan hutan tersebut daun dan dahannya tidak mengering. Sehingga mudah terbakar karena gesekan ranting serta terik matahari yang mengakibatkan kebakaran. Daun yang hijau tidak akan bisa dibakar dengan korek api karena daun dan dahannya mengandung 85% air. Silahkan anda coba," ujar BHS, di sela kegiatan resesnya, hadir di Kantor BMKG Jawa Timur di Kota Surabaya pada Rabu (28/10).
Ia menjelaskan hutan di Indonesia yang berjumlah sekitar 125 juta hektar itu adalah hutan tropis yang sangat bergantung kepada curah hujan. Begitu juga hutan hutan di beberapa negara ASEAN.
Misalnya Malaysia memiliki luas sekitar 22 juta hektar, Thailand, 16.4 juta hektar, dan Vietnam seluas 15.03 juta hektar. Negara-negara itu pada saat musim kemarau dilakukan penyiraman dengan water bombing, rekayasa hujan buatan, dan bahkan sprinkler secara rutin untuk menjaga agar hutan itu tetap hijau daunnya dan rantingnya segar.
"Kementerian Kehutanan dan Perhutani harus bertanggung jawab atas kerusakan yang terjadi. Saya merujuk sanksi hukum pada perusakan hutan sebagaimana UU Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, yang memuat ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda maksimal Rp5 miliar. Ini bisa karena kelalaian di dalam merawat maupun kesengajaan," ujarnya.
BHS juga menilai anggaran Kementerian Kehutanan yang sekitar Rp 6 Triliun, sebenarnya cukup untuk melakukan perawatan hutan selama musim kemarau, sekaligus mengidentifikasi jumlah spesies tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya agar keberadaannya tetap lestari.
Bila perlu mendorong pengembangan jumlah spesies hewan maupun tumbuh tumbuhan agar bisa bertambah. Dan ini tentu akan menjadi bermanfaat untuk kepentingan pariwisata dan kesehatan. Selain jumlah spesies hewan dan tumbuh tumbuhan yang sangat spesifik di Indonesia, juga tentu hutan bisa berfungsi sebagai paru paru dunia.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022