
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto saat mendatangi rumah duka Marsekal Pertama (Marsma) TNI Fajar Adrianto di Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (3/8) . (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)
JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengirimkan surat kepada Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto terkait dugaan keterlibatan dua prajurit TNI aktif dalam perkara dugaan korupsi dana siap pakai (DSP) di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan, surat tersebut memuat uraian mengenai konstruksi perkara, termasuk dugaan keterlibatan oknum TNI dalam proses pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB. Dalam perkara ini, penyidik menduga terdapat praktik penyuapan dan benturan kepentingan.
“Dalam surat tersebut, kami uraikan bagaimana konstruksi perkaranya, termasuk dugaan keterlibatan oknum TNI dalam pengadaan-pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, yang kemudian diduga adanya benturan kepentingan ataupun praktik penyuapan,” kata Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (21/10).
Selain mengungkap dugaan keterlibatan dua prajurit TNI, KPK juga menyampaikan informasi mengenai dugaan aliran uang yang berkaitan dengan perkara tersebut.
“Termasuk terkait dugaan aliran uangnya,” ucap dia.
KPK berharap Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI segera menindaklanjuti informasi dan temuan yang telah disampaikan melalui surat kepada Panglima.
Menurut dia, koordinasi antara KPK dan TNI telah berlangsung secara intensif sejak awal penanganan perkara. Hal tersebut diharapkan dapat mendukung tindak lanjut terhadap dugaan keterlibatan prajurit aktif dalam kasus korupsi di lingkungan BNPB.
“Terlebih sejak awal KPK-TNI sudah berkoordinasi secara intensif,” tegasnya.
KPK menduga sejumlah pengadaan barang dan jasa sengaja dimenangkan oleh perusahaan yang terafiliasi dengan istri tersangka Bima Setiawan yang merupakan adik dari mantan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto. Hal itu yang berakibat menimbulkan dugaan konflik kepentingan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022