
Personel TNI AU membantu pemadaman karhutla di Kalsel. (Dok Antara)
JawaPos.com - Greenpeace Indonesia menilai penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak bisa hanya dilihat dari angka luas kebakaran yang tersisa. Pernyataan ini merespons Presiden Prabowo Subianto yang kaget mengetahui luas karhutla tinggal 639 hektare. Padahal, kebakaran di lahan gambut sulit dipadamkan walau satu hektare.
Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia Belqis Habiba mengatakan, kebakaran di lanskap gambut tidak hanya terjadi di permukaan, tetapi juga merambat ke lapisan bawah tanah. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman jauh lebih sulit dibandingkan kebakaran di lahan biasa.
”Sebenarnya bukan persoalan tinggal berapa hektare lagi. Kebakaran yang terjadi di area lanskap gambut itu kebakaran yang sulit sekali dipadamkan karena memang kebakarannya tidak hanya di atas, tapi juga di bawah,” ujar Belqis saat dihubungi JawaPos.com, Rabu (14/10).
Oleh karena itu, ia mengatakan bahwa luas kebakaran yang mencapai ratusan hektare tetap menjadi persoalan serius, terlebih jika terjadi di lahan gambut. Pemadaman satu hektare saja membutuhkan upaya besar karena karakteristik gambut yang menyimpan bara di bawah permukaan.
”Ratusan (karhutla) hektare itu juga luar biasa besar, apalagi di gambut. Memadamkan satu hektare di lanskap gambut saja mati-matian, apalagi ratusan hektare,” katanya.
Belqis menilai, karhutla yang berlangsung sejak Juli hingga Oktober menunjukkan persoalan penanganan yang belum terselesaikan. Ia menyebut pemerintah semestinya dapat mengantisipasi kebakaran karena ancamannya bisa diprediksi jauh-jauh hari.
”Lagi-lagi pemerintah gagal menangani, gagap menangani karhutla yang sebenarnya jauh-jauh hari bisa diprediksi,” pungkasnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengaku terkejut dengan laporan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Indonesia.
Pasalnya, ia semula memperkirakan luas lahan yang masih terbakar di enam provinsi mencapai puluhan hingga ratusan ribu hektare.
Namun, laporan terbaru Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Suharyanto menyebut luas lahan yang masih dalam proses pemadaman per 12 Oktober 2026 tersisa 639,23 hektare.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ketua Komisi II DPR Usulkan Gaji PNS lewat Koperasi Hanya untuk Pegawai Pusat
Tak Hanya Bupati Klaten, KPK Juga Tangkap Kepala BPK Perwakilan Jawa Tengah
Prediksi Skor Estudiantes vs Flamengo: Panas Menuju Final Copa Libertadores
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante: Granotes Paksa Tuan Rumah Berbagi Poin
Menkop Pastikan Gaji PNS Lewat Koperasi Mulai Tahun Ini, Tak Perlu Tunggu 2027
Prediksi Skor Garudayaksa FC vs Arema FC: Singo Edan Kembali ke Jalur Kemenangan
Prediksi Skor Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga: Lini Pertahanan Rapuh Jadi Ancaman Tuan Rumah
KPK Terima Pengembalian Uang Rp 800 Juta dari Hercules Berkaitan Kasus Suap HGB Summarecon
Prediksi Skor Le Mans vs Toulouse: Duel Seru Tim Papan Bawah Demi Lolos Zona Degradasi
Prediksi Skor Garudayaksa vs Arema FC: Produktivitas Singo Edan Jadi Ancaman Bagi Tuan Rumah

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022