Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 7 Oktober 2026 | 01.00 WIB

Didatangi Ombudsman, Kepala BGN Akui Terbuka Bila Harus Diinvestigasi

Kepala BGN Sudaryono bersama para wakil kepala dan sejumlah pejabat utama BGN, hadir dalam rapat dengan Komisi IX DPR RI di Jakarta, Kamis (3/9/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Kepala BGN Sudaryono bersama para wakil kepala dan sejumlah pejabat utama BGN, hadir dalam rapat dengan Komisi IX DPR RI di Jakarta, Kamis (3/9/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengaku bakal terbuka terkait temuan faktual yang dilakukan Ombudsman Republik Indonesia (RI) mengenai penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut Sudaryono, hal tersebut penting sebagai masukan untuk pembenahan program. 

Mas Dar menyampaikan, penyelenggaraan program berskala nasional seperti MBG membutuhkan mekanisme pengawasan dan evaluasi yang kuat. Karena itu, BGN terus membuka ruang bagi berbagai masukan, baik yang datang dari masyarakat maupun lembaga negara yang memiliki fungsi pengawasan. 

“Kalau dengan Ombudsman, ini adalah lembaga pemerintah. Temuannya adalah temuan faktual, apakah itu pengaduan, termasuk juga melakukan investigasi. Menurut saya, ini sangat membantu kami,” kata Sudaryono dalam pertemuan dengan Ombudsman Republik Indonesia di Kantor BGN pada Selasa (6/10).  

Saat ini, BGN juga menerima berbagai pengaduan melalui sejumlah kanal. Masukan yang masuk mencakup beragam persoalan dalam penyelenggaraan MBG, termasuk yang berkaitan dengan mitra, yayasan, insentif, maupun persoalan lainnya.

“BGN menerima banyak sekali masukan. Kami juga menerima pengaduan melalui email, melalui PO Box, termasuk melalui saluran WhatsApp, melalui banyak saluran. Banyak persoalan yang masuk, persoalan mitra, yayasan, insentif, dan lain sebagainya. Yang penting, masukan-masukan ini kami terima,” jelas Pria yang akrab disapa Mas Dar itu.

Menurutnya, keterbukaan terhadap pengaduan tidak semata-mata bertujuan menyelesaikan persoalan yang muncul satu per satu. Lebih dari itu, setiap temuan perlu dianalisis untuk menemukan akar persoalan dan menghasilkan perbaikan tata kelola yang dapat diterapkan secara lebih luas.

“Kami memang sedang melakukan perbaikan tata kelola. Tata kelola sistemnya, orangnya, pengawasannya, kemudian juga bagaimana kita mem-follow up pengaduan. Kita perbaiki semua,” tegasnya.

Mas Dar pun menyatakan kesiapan untuk menindaklanjuti rekomendasi Ombudsman RI. Mas Dar menilai sinergi kedua lembaga penting untuk memastikan setiap temuan dapat menjadi bagian dari proses perbaikan tata kelola MBG secara berkelanjutan.

“Intinya, kami siap mem-follow up. Kami siap untuk semua rekomendasi. Kalau ada temuan faktual di lapangan, satu atau dua dapurnya tidak benar, orangnya tidak benar, apa pun itu, kami siap untuk mem-follow up,” ujarnya.

Mas Dar menekankan pentingnya mengolah temuan tersebut menjadi pembelajaran yang dapat memperkuat sistem secara keseluruhan untuk mencegah persoalan serupa terulang kembali. Melalui pertukaran informasi dan sinergi dengan Ombudsman RI, pengawasan, kajian, serta tindak lanjut atas rekomendasi, BGN berkomitmen memastikan setiap masukan yang bersifat faktual dapat menjadi bahan evaluasi dan perbaikan penyelenggaraan program.

Editor: Bintang Pradewo
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore