
Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menjadi kapolri dan Komjen Wahyu Hadiningrat yang dipercaya menjadi wakapolri. (YT Setpres)
JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menjadi kapolri. Dia dilantik di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (1/10) bersama Komjen Wahyu Hadiningrat yang dipercaya menjadi wakapolri pengganti Komjen Dedi Prasetyo.
Melalui pelantikan tersebut, Presiden Prabowo sekaligus menegaskan bahwa pimpinan Polri kini diisi oleh para pejabat baru. Suyudi sebelumnya bertugas sebagai kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). Sementara Wahyu adalah Asisten Utama Bidang Perencanaan Umum dan Anggaran (Astamarena) Kapolri.
Oleh Presiden Prabowo, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang sebelumnya memegang tongkat komando Polri kini mendapat kepercayaan sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP). Sementara Komjen Dedi Prasetyo mendapat kepercayaan sebagai Badan Reforma Agraria Nasional.
Dalam fit and proper test di Komisi III DPR pagi tadi, Suyudi menyampaikan bahwa dirinya membawa semangat Polri Bersama Masyarakat. Hal itu ditekankan oleh Suyudi dalam fit and proper test di Komisi III DPR. Dia memastikan bahwa semangat itu bukan sekadar jargon. Melainkan kebijakan yang berorientasi kepada publik.
”Polisi Bersama Masyarakat bukan sekedar jargon yang bukan pengganti grand strategi, renstra, promoter, presisi, atau polmas, dia adalah doktrin kepemimpinan yang menyatukan seluruh kebijakan kepada satu orientasi masyarakat,” ucap Suyudi.
Secara tegas, Suyudi menyatakan bahwa dirinya tidak ingin jika setiap pergantian kapolri selalu dimaknai sebagai memulai kembali dari nol. Menurut Suyudi, institusi harus lebih besar dari pada figur pimpinannya. Karena itu, seluruh kebijakan sistem dan program terdahulu yang terbukti baik dan bermanfaat akan dia lanjutkan.
”Saya perkuat dan institusionalisasikan, yang belum optimal akan saya sempurnakan, yang tumpang tindih akan saya sederhanakan, dan yang menyimpang dari hukum etika serta kepentingan masyarakat akan saya koreksi dengan tegas,” ujarnya.
Dari promoter Suyudi berniat mempertahankan semangat profesionalisme, modernisasi pelayanan publik, quick wins, dan manajemen perubahan. Dari presisi, dia akan melanjutkan pendekatan prediktif, transparansi berkeadilan, digitalisasi pelayanan ETLE, Call Center 110, dumas, serta restorative justice sesuai hukum.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Susunan Pemain Denmark vs Portugal: Ruben Dias Siap Bawa Pulang Kemenangan
Prediksi Skor Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Dardanet Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Curi Poin
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Fakta Sebenarnya Soal Hubungan Ashanty dengan Azriel Hermansyah
Prediksi Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Duel Ketat, Tim Tamu Berpeluang Menang
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022