Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 11 September 2026 | 20.51 WIB

Alasan Kepala SDN 1 Sumberagung Bantul Minta SPPG Lakukan Home Visit ke Siswa Diduga Keracunan

Suasana SDN 1 Sumberagung, Kapanewon Jetis, Bantul, Selasa (8/9). Sebanyak 53 siswa dan guru di sekolah ini mengalami gejala keracunan dari menu MBG. (Aris Romadhon/Radar Jogja) - Image

Suasana SDN 1 Sumberagung, Kapanewon Jetis, Bantul, Selasa (8/9). Sebanyak 53 siswa dan guru di sekolah ini mengalami gejala keracunan dari menu MBG. (Aris Romadhon/Radar Jogja)

JawaPos.com - Penanganan siswa SDN 1 Sumberagung yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makan bergizi gratis (MBG) dilakukan atas permintaan pihak sekolah.

Dilansir Radar Jogja (Jawa Pos Group), Kepala SDN 1 Sumberagung Parjiyatmi mengatakan, pemeriksaan siswa hingga kunjungan ke rumah (home visit) bukan semata-mata inisiatif dari pihak penyedia makanan atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), melainkan diminta sekolah untuk memastikan kondisi para siswa.

Parjiyatmi mengungkapkan, pihak sekolah meminta pihak SPPG membantu memastikan kondisi siswa, setelah 50 anak dan tiga guru tidak masuk sekolah pada Senin pagi karena mengalami sakit.

Permintaan itu disampaikan karena sekolah khawatir kondisi para siswa mengganggu sejumlah agenda penting. Di antaranya proses revitalisasi sekolah serta keikutsertaan sembilan siswa dalam lomba tingkat provinsi.

Menurut Parjiyatmi, sekolah saat itu meminta agar siswa yang sakit dapat diperiksa di puskesmas atau rumah sakit. Pihak SPPG kemudian diminta turut membantu meringankan kondisi siswa dengan mendatangkan dokter ke sekolah.

Dokter selanjutnya memeriksa sejumlah siswa yang sakit, termasuk mereka yang masih masuk sekolah. Pemeriksaan juga dilakukan terhadap siswa yang akan mengikuti agenda sekolah, termasuk kelompok Gurit Rinawit.

"Permintaan itu tidak hanya untuk siswa yang menjalani perawatan di RS, tetapi siswa yang tidak masuk sekolah karena sakit dan menjalani pemulihan di rumah kami minta dilakukan home visit juga,” ujar Parjiyatmi dikutip Jumat (11/9).

Ia mengatakan, pihak sekolah bahkan mengirimkan lokasi rumah siswa kepada pihak SPPG untuk memudahkan pelaksanaan kunjungan. Hal itu dilakukan karena jumlah siswa yang tidak masuk sekolah akibat sakit cukup banyak.

Pernyataan itu menegaskan pemeriksaan maupun kunjungan ke rumah dilakukan setelah adanya permintaan dari pihak sekolah. “Kalau enggak saya minta, mungkin nggak begitu,” tegasnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore