
Suasana SDN 1 Sumberagung, Kapanewon Jetis, Bantul, Selasa (8/9). Sebanyak 53 siswa dan guru di sekolah ini mengalami gejala keracunan dari menu MBG. (Aris Romadhon/Radar Jogja)
JawaPos.com - Penanganan siswa SDN 1 Sumberagung yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makan bergizi gratis (MBG) dilakukan atas permintaan pihak sekolah.
Dilansir Radar Jogja (Jawa Pos Group), Kepala SDN 1 Sumberagung Parjiyatmi mengatakan, pemeriksaan siswa hingga kunjungan ke rumah (home visit) bukan semata-mata inisiatif dari pihak penyedia makanan atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), melainkan diminta sekolah untuk memastikan kondisi para siswa.
Parjiyatmi mengungkapkan, pihak sekolah meminta pihak SPPG membantu memastikan kondisi siswa, setelah 50 anak dan tiga guru tidak masuk sekolah pada Senin pagi karena mengalami sakit.
Permintaan itu disampaikan karena sekolah khawatir kondisi para siswa mengganggu sejumlah agenda penting. Di antaranya proses revitalisasi sekolah serta keikutsertaan sembilan siswa dalam lomba tingkat provinsi.
Menurut Parjiyatmi, sekolah saat itu meminta agar siswa yang sakit dapat diperiksa di puskesmas atau rumah sakit. Pihak SPPG kemudian diminta turut membantu meringankan kondisi siswa dengan mendatangkan dokter ke sekolah.
Dokter selanjutnya memeriksa sejumlah siswa yang sakit, termasuk mereka yang masih masuk sekolah. Pemeriksaan juga dilakukan terhadap siswa yang akan mengikuti agenda sekolah, termasuk kelompok Gurit Rinawit.
"Permintaan itu tidak hanya untuk siswa yang menjalani perawatan di RS, tetapi siswa yang tidak masuk sekolah karena sakit dan menjalani pemulihan di rumah kami minta dilakukan home visit juga,” ujar Parjiyatmi dikutip Jumat (11/9).
Ia mengatakan, pihak sekolah bahkan mengirimkan lokasi rumah siswa kepada pihak SPPG untuk memudahkan pelaksanaan kunjungan. Hal itu dilakukan karena jumlah siswa yang tidak masuk sekolah akibat sakit cukup banyak.
Pernyataan itu menegaskan pemeriksaan maupun kunjungan ke rumah dilakukan setelah adanya permintaan dari pihak sekolah. “Kalau enggak saya minta, mungkin nggak begitu,” tegasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Garudayaksa vs Persik di Super League: Tuan Rumah Tak Ingin Malu di Kandang!
Prediksi Skor Sevilla vs Valencia di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Amankan 3 Poin!
Prediksi Susunan Pemain Garudayaksa FC vs Persik Kediri: Septian David Incar Kemenangan!
Prediksi Skor Union Berlin vs Schalke 04 di Liga Jerman: Kans Die Knappen Bikin Tuan Rumah Terpukul
Prediksi Skor Como vs RB Leipzig di Liga Champions: I Lariani Siap Libas Tim Tamu di Sinigaglia
Prediksi Skor Slavia Prague vs Lens di Liga Champions: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Rennes vs Marseille di Liga Prancis: Les Rennais Siap Pesta Gol di Roazhon Park!
Dituduh Netizen Mau Lepas Tanggung Jawab Terhadap Anak, Ini Jawaban Audi Marissa
Krisis Kesehatan Mental Anak: Lingkungan Kita Ikut Membentuknya

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022