
Ulta Levenia Nababan, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden. (Instagram leveenia)
JawaPos.com - Plt. Deputi Bidang Pembinaan Komunikasi Pemerintah di Badan Komunikasi (Bakom) Ulta Levenia Nababan menanggapi polemik terkait pernyataannya mengenai proyek High-frequency Active Auroral Research Program (HAARP).
Ia menegaskan, HAARP bukan isu baru karena sudah jadi pembicaraan global sejak lama. Anak buah Presiden Prabowo Subianto itu mengatakan masyarakat Indonesia baru belakangan memberikan perhatian besar pada proyek itu. Ia menegaskan pandangan soal HAARP adalah pendapat pribadi, bukan pernyataan resmi yang berdasar kesimpulan ilmiah.
"Jadi gini project HAARP ini udah jadi obrolan globally DARI DULU, INI BUKAN BARANG BARU, masyarakat Indonesia aja yang baru syok," kata Ulta di media sosial Instagram, Selasa (8/9).
Baca Juga:8 Kebiasaan yang Akan Ditiru Anak Ketika Dibesarkan oleh Orang Tua yang Emosinya Sulit Diprediksi
Ia mempersoalkan respons sejumlah pihak yang langsung menyerang pernyataannya setelah memberikan pandangan itu. Ulta menilai serangan muncul karena framing yang buat masyarakat salah paham konteks pernyataannya.
"Dan ketika saya ngomong ini sebagai pendapat pribadi tiba-tiba buzzer langsung menyerang ingin membodohi masyarakat dengan framing," sesalnya.
Ulta menekankan sejak awal ia sudah jelaskan status pernyataannya. Dia bilang keterangan dalam unggahan itu sudah menyebut pendapat pribadi dan belum ada bukti ilmiah.
Baca Juga:Telkomsel Ubah Arah Layanan Pascabayar, Kuota hingga 2.000 GB dan Benefit Digital Jadi Satu Paket
"Coba lah pelajari, di caption jelas saya bilang bahwa ini pendapat pribadi dan belum ada bukti ilmiah tapi patut di entertain agar kita selalu skeptis," ucapnya.
Ulta membandingkan respons publik soal isu itu dengan pernyataan kontroversial lain yang tidak mendapat sorotan sama. Dia singgung pihak yang disebut profesor sebar informasi tentang Jenderal Israel dan pernyataan Presiden Zionis.
"Tapi btw btw ada Prof(okator) nyebar hoax tentang Jenderal Israel, Buzzer diam. Ada Profesor bilang Presiden Zionis, Buzzer diam," ujar Ulta.
Ulta menilai beda respons itu menandakan standar berbeda dalam menyikapi pernyataan. Ia tegaskan hanya menyampaikan pendapat pribadi yang bisa jadi bahan diskusi dan dorong masyarakat kritis pada info beragam.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Malaga vs Levante: Laga Sengit yang Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Heerenveen vs AZ Alkmaar di Liga Belanda: Kans De Kaasboeren Pesta Gol!
Dr. Iwan Aflanie, Pakar Forensik Indonesia untuk ULM yang Lebih Maju
