Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 9 September 2026 | 03.47 WIB

Klarifikasi Soal Antek Asing, Ulta Levenia: Pendapat Pribadi, Tiba-tiba Buzzer Langsung Menyerang

Ulta Levenia Nababan, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden. (Instagram leveenia) - Image

Ulta Levenia Nababan, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden. (Instagram leveenia)

JawaPos.com - Plt. Deputi Bidang Pembinaan Komunikasi Pemerintah di Badan Komunikasi (Bakom) Ulta Levenia Nababan menanggapi polemik terkait pernyataannya mengenai proyek High-frequency Active Auroral Research Program (HAARP). 

Ia menegaskan, HAARP bukan isu baru karena sudah jadi pembicaraan global sejak lama. Anak buah Presiden Prabowo Subianto itu mengatakan masyarakat Indonesia baru belakangan memberikan perhatian besar pada proyek itu. Ia menegaskan pandangan soal HAARP adalah pendapat pribadi, bukan pernyataan resmi yang berdasar kesimpulan ilmiah.

"Jadi gini project HAARP ini udah jadi obrolan globally DARI DULU, INI BUKAN BARANG BARU, masyarakat Indonesia aja yang baru syok," kata Ulta di media sosial Instagram, Selasa (8/9).

Ia mempersoalkan respons sejumlah pihak yang langsung menyerang pernyataannya setelah memberikan pandangan itu. Ulta menilai serangan muncul karena framing yang buat masyarakat salah paham konteks pernyataannya.

"Dan ketika saya ngomong ini sebagai pendapat pribadi tiba-tiba buzzer langsung menyerang ingin membodohi masyarakat dengan framing," sesalnya.

Ulta menekankan sejak awal ia sudah jelaskan status pernyataannya. Dia bilang keterangan dalam unggahan itu sudah menyebut pendapat pribadi dan belum ada bukti ilmiah.

"Coba lah pelajari, di caption jelas saya bilang bahwa ini pendapat pribadi dan belum ada bukti ilmiah tapi patut di entertain agar kita selalu skeptis," ucapnya.

Ulta membandingkan respons publik soal isu itu dengan pernyataan kontroversial lain yang tidak mendapat sorotan sama. Dia singgung pihak yang disebut profesor sebar informasi tentang Jenderal Israel dan pernyataan Presiden Zionis.

"Tapi btw btw ada Prof(okator) nyebar hoax tentang Jenderal Israel, Buzzer diam. Ada Profesor bilang Presiden Zionis, Buzzer diam," ujar Ulta.

Ulta menilai beda respons itu menandakan standar berbeda dalam menyikapi pernyataan. Ia tegaskan hanya menyampaikan pendapat pribadi yang bisa jadi bahan diskusi dan dorong masyarakat kritis pada info beragam.

Editor: Bintang Pradewo
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore