
Petugas Kementerian Haji dan Umrah berbincang dengan jamaah umrah di Terminal 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (20/8/2026). (Kemenhaj)
JawaPos.com – Ditutupnya sejumlah bandar udara di Indonesia karena abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) membuat jadwal penerbangan terganggu. Termasuk kalangan masyarakat Indonesia yang ingin berumrah.
Dikutip dari Antara pada Senin (7/9), Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) meminta seluruh asosiasi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) segera melakukan langkah mitigasi dan memastikan jamaah yang terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau memperoleh pelayanan dan pendampingan.
"Jamaah kami minta tetap tenang dan terus berkomunikasi dengan travel masing-masing. PPIU harus memastikan setiap jamaah memperoleh informasi yang cepat, jelas, dan akurat, mengenai status penerbangan serta penanganan yang sedang dilakukan," ujar Direktur Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenhaj Puji Raharjo di Jakarta, Senin (7/9).
Sebelumnya, operasional penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) terhenti sejak Minggu (6/9) karena imbas debu vulkanik erupsi Anak Krakatau. Aktivitas penerbangan dihentikan sementara demi keselamatan para penumpang. Perkembangan terbaru sampai Senin (7/9) Bandara Soetta masih ditutup sampai pukul 18.00 WIB.
Begitu juga dengan jamaah umrah yang akan pergi ke Tanah Suci maupun pulang ke Indonesia mengalami dampak penundaan. Puji mengatakan keselamatan jamaah menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan terkait keberangkatan, kepulangan, transit, perubahan jadwal, maupun perubahan rute penerbangan.
Menurut Puji, PPIU juga harus memastikan keberlanjutan pelayanan bagi jamaah yang mengalami penundaan keberangkatan maupun kepulangan.
"Jamaah yang terdampak penundaan tidak boleh dibiarkan tanpa kepastian. PPIU harus memastikan kebutuhan jamaah tetap terlayani, termasuk akomodasi, konsumsi, transportasi, pendampingan, dan kebutuhan dasar lainnya, sampai perjalanan dapat dilanjutkan," kata Puji.
Kemenhaj juga meminta PPIU aktif berkoordinasi dengan maskapai penerbangan, pengelola bandara, otoritas penerbangan, penyedia layanan di Arab Saudi, serta pihak terkait lainnya untuk memperoleh kepastian jadwal dan alternatif perjalanan bagi jamaah.
Koordinasi juga dilakukan Kemenhaj dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan otoritas terkait untuk memantau perkembangan kondisi penerbangan serta memastikan penanganan jamaah berlangsung secara terkoordinasi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Malaga vs Levante: Laga Sengit yang Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Heerenveen vs AZ Alkmaar di Liga Belanda: Kans De Kaasboeren Pesta Gol!
Dr. Iwan Aflanie, Pakar Forensik Indonesia untuk ULM yang Lebih Maju
