Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 6 September 2026 | 19.09 WIB

Badan Geologi: Erupsi Gunung Anak Krakatau Tidak Picu Tsunami

Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau di tepi pantai wilayah Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, Banten, Sabtu (5/9). Badan Geologi memastikan erupsi Gunung Anak Krakatau tidak memicu gelombang tsunami. (BPBD Kabupaten Serang) - Image

Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau di tepi pantai wilayah Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, Banten, Sabtu (5/9). Badan Geologi memastikan erupsi Gunung Anak Krakatau tidak memicu gelombang tsunami. (BPBD Kabupaten Serang)

JawaPos.com - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau tidak berpotensi menimbulkan gelombang tsunami.

Kesimpulan tersebut didasarkan pada evaluasi terhadap pertumbuhan tubuh gunung api dan kondisi morfologinya pascaerupsi besar pada 2018.

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Lana Saria mengatakan, ukuran tubuh Gunung Anak Krakatau yang kembali terbentuk setelah erupsi 22 Desember 2018 hingga kini masih relatif kecil. 

Kondisi tersebut membuat gunung api dinilai belum memiliki potensi keruntuhan dalam skala besar yang dapat memicu tsunami.

“Berdasarkan hasil evaluasi hingga saat ini, pertumbuhan tubuh Gunung Anak Krakatau yang terbentuk kembali pascaerupsi 22 Desember 2018 ini masih relatif kecil dan tidak berpotensi mengalami keruntuhan dalam skala yang dapat memicu tsunami,” kata Lana Saria dalam konferensi pers, Minggu (6/9).

Lana menegaskan, erupsi Gunung Anak Krakatau tidak serta-merta menyebabkan tsunami.

Ia menjelaskan, tsunami yang terjadi di Selat Sunda pada 22 Desember 2018 dipicu oleh longsoran sebagian tubuh gunung api yang runtuh ke laut dalam volume yang besar.

Jika dibandingkan dengan kondisi sebelum 2018, bentuk Gunung Anak Krakatau saat ini juga telah mengalami perubahan cukup signifikan.

Perubahan tersebut merupakan dampak dari runtuhnya sebagian tubuh gunung ketika terjadi erupsi besar pada Desember 2018.

“Morfologi Gunung Anak Krakatau saat ini berbeda dibandingkan sebelum peristiwa 2018. Sebagian besar tubuh gunung pada sisi tertentu telah runtuh pada 2018,” ucap Lana.

Editor: Bayu Putra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore