Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 6 September 2026 | 02.00 WIB

Karhutla Masih Melanda, Kemenhut Deteksi 818 Hotspot di 6 Provinsi

Penanganan karhutla oleh Kementerian Kehutanan. (dok. Kemenhut) - Image

Penanganan karhutla oleh Kementerian Kehutanan. (dok. Kemenhut)

JawaPos.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi perhatian pemerintah. Data SiPongi Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mencatat 818 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) terdeteksi secara nasional hingga Jumat (4/9) malam, dengan konsentrasi titik terbanyak berada di Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Barat.

Adapun sebaran enam provinsi hotspot high confidence tercatat di Kalimantan Tengah: 252 titik; Sumatera Selatan: 165 titik; Kalimantan Barat: 124 titik; Jambi: 14 titik; Riau: 13 titik; dan Kalimantan Selatan: 4 titik.

Data tersebut menunjukkan perhatian operasi saat ini terutama diarahkan pada Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Barat yang mencatat hotspot high confidence tertinggi di antara enam provinsi prioritas.

"Kementerian Kehutanan menegaskan bahwa hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi melalui satelit dan tidak serta-merta menunjukkan satu kejadian kebakaran. Satu kejadian kebakaran dapat terdeteksi sebagai beberapa hotspot. Karena itu, setiap indikasi tetap perlu diverifikasi melalui groundcheck dan pemantauan kondisi aktual di lapangan," tulis Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Ristianto Pribadi melalui siaran pers, Sabtu (5/9).

Kementerian Kehutanan bersama TNI, Polri, BNPB, BMKG, BPBD, pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, dan para pihak terus melakukan patroli, groundcheck, pemadaman darat, penyekatan penjalaran api, mopping up, pendinginan, serta pemantauan untuk mencegah penyalaan kembali.

Selain operasi darat, pemerintah mengerahkan 53 unit armada udara untuk mendukung pengendalian karhutla di enam provinsi prioritas. Dari jumlah tersebut, 19 armada digunakan untuk patroli udara dan mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), sementara 34 armada lainnya dikerahkan untuk operasi water bombing.

Pengerahan armada udara dilakukan sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan untuk mempercepat pengendalian api, terutama pada wilayah yang sulit dijangkau melalui operasi darat. OMC juga terus diupayakan pada wilayah dan waktu yang memenuhi kondisi meteorologis.

Perkembangan positif terpantau di Kalimantan Barat, di mana pada Kamis, 4 September 2026, hujan turun di sebagian wilayah dengan intensitas sedang hingga lebat. Turunnya hujan membantu pembasahan lahan dan mendukung upaya pengendalian karhutla, meskipun kondisi tersebut belum berarti seluruh wilayah telah terbebas dari risiko kebakaran.

Karena itu, kewaspadaan tetap dipertahankan terutama pada lokasi yang masih kering maupun menyimpan bara di bawah permukaan. Pada lahan gambut, pemadaman dan pendinginan tetap dilakukan secara berulang untuk memastikan api bawah tidak kembali menyala.

Editor: Estu Suryowati
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore