
Ilustrasi seseorang yang menggunakan masker di wilayah dengan paparan polusi udara yang tinggi (Dok. Freepik)
Anggota Unit Kerja Koordinasi Respiratori Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Cynthia Centauru, Sp.A., Subsp.Respi.(K), mengatakan, perlindungan anak dari polusi udara sebaiknya dimulai dari lingkungan keluarga sendiri.
"Saya selalu memulai dari tidak boleh ada yang merokok di dalamnya. Jadi kalau ayahnya perokok, itu sudah mengacaukan. Ayah tidak boleh merokok," ujar dr. Cynthia kepada wartawan, Kamis (9/7).
Ia menyarankan, keluarga memilih moda transportasi yang memiliki risiko paparan polusi lebih rendah. Kendaraan tertutup seperti mobil atau kereta dinilai lebih aman dibandingkan sepeda motor karena dapat mengurangi paparan asap kendaraan dan debu dari luar.
Selain itu, orang tua juga perlu mencari informasi mengenai kondisi lingkungan di destinasi wisata sebelum berangkat. Menurutnya, masyarakat kini dapat memanfaatkan media sosial maupun berbagai sumber informasi untuk mengetahui apakah lokasi tujuan sedang terdampak polusi, seperti asap kebakaran, erupsi gunung, atau pembakaran sampah.
"Jadi pilihlah destinasi wisata yang memang aman dan kadar polutannya juga rendah," katanya.
dr. Cynthia juga mengingatkan agar orang tua menyesuaikan rencana liburan dengan kondisi kesehatan anak. Anak yang memiliki riwayat asma atau alergi lebih rentan mengalami gangguan ketika terpapar polusi udara.
Karena itu, apabila keluarga tetap harus bepergian ke lokasi yang berpotensi memiliki kualitas udara kurang baik atau terdapat aktivitas yang menghasilkan debu, seperti renovasi bangunan, orang tua harus membawa obat-obatan darurat sesuai kondisi medis anak.
"Kalau memang sudah tahu anaknya punya asma, harus dibawa obat-obatannya," tegas dr. Cynthia.
Ia juga menyarankan keluarga menyiapkan alat pelindung diri, terutama masker, apabila perjalanan mengharuskan anak berada di area dengan paparan polusi udara yang tinggi.
"Kalau kita sudah tahu area yang mau kita datangi sedang ada polusi, paling tidak kita bisa siapkan anak kita menggunakan masker," jelasnya.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Hasil Piala Presiden: Persib Bandung vs Persebaya Surabaya 1-1, Lanjut ke Extra Time!
Prediksi Skor Persija Jakarta vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Diunggulkan!
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Misi John Herdman Demi Semifinal!
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Maung Bandung Favorit Juara
Profil Jafar Hidayatullah dan Adnan Maulana: Diduga Match Fixing, Dicoret PBSI dari Kejuaraan Dunia
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Pembuktian Sihir John Herdman!
Bertahun-Tahun Mogok Kerja, Tim 10 Pekerja Freeport Serahkan Tuntutan ke Said Iqbal
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Senpi hingga Narkoba di Sekolah Swasta di Jaksel Ternyata Milik Eks Ketua Yayasan
