Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 10 Juli 2026 | 00.32 WIB

Tips Aman dari Polusi Udara Saat Liburan Keluarga

Ilustrasi seseorang yang menggunakan masker di wilayah dengan paparan polusi udara yang tinggi (Dok. Freepik) - Image

Ilustrasi seseorang yang menggunakan masker di wilayah dengan paparan polusi udara yang tinggi (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Liburan sekolah menjadi momen yang dinantikan banyak keluarga. Namun, di sisi lain juga orang tua diingatkan untuk tetap memperhatikan risiko paparan polusi udara selama perjalanan maupun di lokasi wisata agar kesehatan anak tetap terjaga.

Anggota Unit Kerja Koordinasi Respiratori Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Cynthia Centauru, Sp.A., Subsp.Respi.(K), mengatakan, perlindungan anak dari polusi udara sebaiknya dimulai dari lingkungan keluarga sendiri.

"Saya selalu memulai dari tidak boleh ada yang merokok di dalamnya. Jadi kalau ayahnya perokok, itu sudah mengacaukan. Ayah tidak boleh merokok," ujar dr. Cynthia kepada wartawan, Kamis (9/7).

Ia menyarankan, keluarga memilih moda transportasi yang memiliki risiko paparan polusi lebih rendah. Kendaraan tertutup seperti mobil atau kereta dinilai lebih aman dibandingkan sepeda motor karena dapat mengurangi paparan asap kendaraan dan debu dari luar.

Selain itu, orang tua juga perlu mencari informasi mengenai kondisi lingkungan di destinasi wisata sebelum berangkat. Menurutnya, masyarakat kini dapat memanfaatkan media sosial maupun berbagai sumber informasi untuk mengetahui apakah lokasi tujuan sedang terdampak polusi, seperti asap kebakaran, erupsi gunung, atau pembakaran sampah.

"Jadi pilihlah destinasi wisata yang memang aman dan kadar polutannya juga rendah," katanya.

dr. Cynthia juga mengingatkan agar orang tua menyesuaikan rencana liburan dengan kondisi kesehatan anak. Anak yang memiliki riwayat asma atau alergi lebih rentan mengalami gangguan ketika terpapar polusi udara.

Karena itu, apabila keluarga tetap harus bepergian ke lokasi yang berpotensi memiliki kualitas udara kurang baik atau terdapat aktivitas yang menghasilkan debu, seperti renovasi bangunan, orang tua harus membawa obat-obatan darurat sesuai kondisi medis anak.

"Kalau memang sudah tahu anaknya punya asma, harus dibawa obat-obatannya," tegas dr. Cynthia.

Ia juga menyarankan keluarga menyiapkan alat pelindung diri, terutama masker, apabila perjalanan mengharuskan anak berada di area dengan paparan polusi udara yang tinggi.

"Kalau kita sudah tahu area yang mau kita datangi sedang ada polusi, paling tidak kita bisa siapkan anak kita menggunakan masker," jelasnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore