Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 31 Agustus 2026 | 22.31 WIB

Daftar 8 WNI Diduga Gabung Tentara Rusia untuk Perang Lawan Ukraina, Kemlu Masih Lakukan Verifikasi

ILUSTRASI. Tentara Rusia terlihat di dalam tank di Volnovakha, Ukraina. - Image

ILUSTRASI. Tentara Rusia terlihat di dalam tank di Volnovakha, Ukraina.

JawaPos.com - Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina membeber data 8 WNI yang diduga bergabung dengan tentara Rusia. Tidak hanya menyampaikan keterangan secara tulisan, intelijen Ukraina turut membeber dokumen para WNI tersebut.

Berdasar dokumen itu, para WNI yang disebut telah bergabung dengan tentara Rusia dan berperang di garda depan melawan Ukraina merupakan pria kelahiran 1978-1997. Berikut daftar lengkapnya:

Yuda Putra Pratama (kelahiran 9 Agustus 1997),
Haryanto Dwi Kencana (kelahiran 14 Juli 1983),
Erwanda (kelahiran 5 Agustus 1988),
Ngangun Hudri Fadli (kelahiran 17 September 1978),
Muhammad Syaripudin (kelahiran 3 Agustus 1994),
M Hadi Maulana (kelahiran 7 April 1987),
Wahyu Oktavian Iskandar (kelahiran 22 Oktober 1985),
Helmi Nuraha Hakim (kelahiran 27 Januari 1983).

Berdasar informasi dari laman https://szru.gov.ua/en/news-media/news/the-kremlin-is-looking-for-new-cannon-fodder-on-the-islands-of-indonesia, disampaikan bahwa Rusia terus merekrut tentara asing untuk berperang melawan Ukraina.

Tentara asing tersebut ditempatkan di garda depan. Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina mengklaim sudah mendapatkan dokumen 8 Warga Negara Indonesia (WNI) yang direkrut dan masuk dalam jajaran tentara Rusia.

”Iming-iming gaji tinggi, tugas non-kombatan, percepatan kewarganegaraan Rusia, dan tunjangan sosial menarik orang-orang yang sering kali tidak tahu ke mana mereka sebenarnya akan dikirim,” bunyi keterangan itu.

Dalam keterangan yang sama, Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina menyebut Indonesia bukan satu-satunya negara asal tentara asing Rusia. Beberapa direkrut dari Nepal, Kuba, Kenya, hingga India.

”Sebagian besar dari mereka berakhir di garis depan tanpa pelatihan apa pun, dan beberapa di antaranya tewas dalam beberapa minggu pertama,” lanjut keterangan itu.

Atas informasi tersebut, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin dengan tegas menyatakan bahwa pihaknya tidak pernah menerima laporan apa pun terkait dengan informasi tersebut.

Editor: Estu Suryowati
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore