
Prof. KH. M. Asrorun Niam Sholeh, Pimpinan Sidang / Pimpinan Komisi Organisasi sekaligus Wakil Ketua Komisi Organisasi dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama. (Dony/JawaPos.com)
JawaPos.com - Pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam Muktamar ke-35 NU mengalami perubahan signifikan. Jika sebelumnya pemilihan menggunakan mekanisme one man one vote, kini peserta Muktamar menyepakati penggunaan Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA).
Perubahan mekanisme tersebut menjadi salah satu keputusan penting dalam rangkaian Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.
Keputusan itu tidak lahir secara tiba-tiba. Pembahasan mengenai mekanisme pemilihan kepemimpinan NU telah berlangsung dalam sejumlah forum organisasi sebelum Muktamar ke-35.
Sebenarnya gagasan tersebut telah melalui pembahasan sejak Muktamar sebelumnya, kemudian berlanjut dalam forum organisasi hingga akhirnya mengerucut pada Muktamar ke-35.
Perubahan mekanisme pemilihan berkaitan erat dengan upaya memperkuat posisi ulama dalam struktur kepemimpinan Nahdlatul Ulama.
Dalam pandangan tersebut, NU memiliki dua entitas kepemimpinan, yakni Syuriyah dan Tanfidziyah. Syuriyah merepresentasikan kepemimpinan ulama yang memiliki peran dalam menentukan arah strategis dan menjaga landasan moral keagamaan organisasi.
Sementara Tanfidziyah menjalankan kebijakan dan program yang telah dirumuskan organisasi. Karena itu, pemilihan Ketua Umum PBNU dinilai perlu menyesuaikan dengan karakter kepemimpinan tersebut.
“Semangatnya kepemimpinan ulama dengan segala otoritas keilmuan dan moral etisnya,” ujar Prof. KH. M. Asrorun Niam Sholeh, Pimpinan Sidang / Pimpinan Komisi Organisasi sekaligus Wakil Ketua Komisi Organisasi dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), sekaligus sebagai Katib Syuriah PBNU, Sabtu malam (29/8).
Mekanisme baru itu kemudian mendapatkan dukungan mayoritas peserta Muktamar. Dalam pengambilan keputusan, tercatat 401 peserta mendukung mekanisme tersebut, sementara 150 peserta menolak dan 1 suara tidak sah
Hasil tersebut sekaligus menandai perubahan penting dalam proses regenerasi kepemimpinan PBNU.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fulham vs Hull City: The Tigers Berpeluang Menang Tipis di Craven Cottage
Prediksi Skor Garudayaksa vs Arema FC: Produktivitas Singo Edan Jadi Ancaman Bagi Tuan Rumah
Prediksi Skor Lille vs Brest di Liga Prancis: Verdonk Starter, Les Dogues Berjaya di Pierre Mauroy
Prediksi Susunan Pemain Real Betis vs Barcelona: Yamal dan Adeyemi Jadi Andalan
Prediksi Skor Hamburger SV vs Stuttgart: Die Roten Siap Pesta Gol di Volksparkstadion
Prediksi Skor Espanyol vs Atletico Madrid di Liga Spanyol: Los Rojiblancos Pertahankan Laju Positif
Prediksi Skor PSGC Ciamis vs PSIS Semarang di Pegadaian Championship: Tuan Rumah Hadapi Ujian Berat
Prediksi Susunan Pemain AS Roma vs Genoa: Santiago Castro Siap Jadi Andalan
Prediksi Skor Semen Padang vs PSMS di Championship: Kabau Sirah Bidik Kemenangan Kandang Perdana
Prediksi RANS Nusantara vs Persela Lamongan: Laskar Joko Tingkir Berburu Kemenangan di Malang

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022