
Hasil tabulasi dari kesepakan sistem penentuan Rois Am dan ketua PBNU. (Dony/JawaPos.com)
JawaPos.com - Konsekuensi dari mekanisme baru tersebut adalah waktu pelaksanaan muktamar menjadi lebih panjang. Tahapan pemilihan tidak bisa dilakukan sekaligus karena harus melewati sejumlah proses, mulai dari pembahasan dan penetapan tata tertib, tabulasi calon Ahwa, penetapan sembilan anggota Ahwa, pemilihan Rais Aam, pengusulan lima calon Ketua Umum, tabulasi lima nama, hingga pemilihan Ketua Umum oleh Ahwa.
Rangkaian tersebut membuat agenda Muktamar ke-35 NU diperkirakan berlangsung hingga 31 Agustus 2026. Pada 30 Agustus, sedikitnya masih terdapat sembilan agenda penting yang harus diselesaikan.
Pantau JawaPos.com dilapangan salah satunya adalah tabulasi sembilan nama calon Ahwa yang diperkirakan membutuhkan waktu sekitar empat hingga lima jam. Setelah itu, Ahwa akan bersidang untuk menentukan Rais Aam sebelum proses pemilihan Ketua Umum PBNU dimulai.
Panjangnya proses tersebut membuat Muktamar ke-35 NU menjadi salah satu muktamar dengan rangkaian agenda terpanjang.
Namun, durasi tersebut dinilai sebagai konsekuensi dari upaya mencari format pemilihan yang dianggap lebih mampu menjaga persatuan organisasi.
Proses yang lebih panjang juga dianggap sebagai bagian dari konsekuensi musyawarah untuk mencapai keputusan bersama. Puncaknya adalah penetapan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU yang diharapkan menjadi momentum konsolidasi seluruh elemen NU.
"Terkait agenda penutupan pada 31 Agustus, kehadiran Presiden Prabowo Subianto masih belum dapat dipastikan. Kepastian tersebut bergantung pada agenda dan kesibukan Presiden," kata Gus Romi saat ditemui sebelum masuk dalam ruang sidang di Muktamar NU ke 35 Tambakberas Jombang, Minggu (30/8).
Yang menjadi harapan utama adalah penutupan Muktamar ke-35 NU dapat menjadi puncak kegembiraan seluruh peserta setelah melewati rangkaian persidangan dan dinamika organisasi selama beberapa hari.
Bagi NU, perubahan sistem pemilihan ini bukan hanya soal siapa yang akan menjadi Ketua Umum PBNU. Lebih jauh, mekanisme Ahwa menjadi eksperimen penting untuk mencari titik temu antara demokrasi organisasi, tradisi musyawarah ulama, dan kebutuhan menjaga keutuhan Nahdlatul Ulama setelah muktamar berakhir.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Prediksi Skor Lecce vs Roma di Liga Italia: Misi I Giallorossi Curi 3 Poin di Stadio Via del Mare!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Monaco vs Marseille di Liga Prancis: Les Phoceens Tak Ingin Malu di Stade Louis II
Prediksi Skor Celta Vigo vs Athletic Bilbao: Masih Tumpul, Los Leones Terancam Gagal Menang Lagi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
5 Arti Burung Perkutut Bunyi di Malam Hari, Mitos atau Pertanda Gaib? Simak Maknanya Berikut
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
Pemerintah Tutup Permanen 455 SPPG Karena Tak Penuhi SLHS, Ini Data Rinciannya
