
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid. (Nanda Prayoga/JawaPos.com)
JawaPos.com - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas di ruang digital menyusul berlangsungnya aksi penyampaian pendapat masyarakat pada Kamis (27/8).
Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran disinformasi, fitnah, dan kebencian (DFK), ujaran kebencian, provokasi, serta konten lainnya yang berpotensi memicu gangguan keamanan dan ketertiban.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan pemerintah tetap menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan kritik maupun aspirasi. Kendati demikian, kebebasan berpendapat di ruang publik maupun digital harus diiringi dengan tanggung jawab agar tidak menimbulkan dampak yang merugikan masyarakat.
“Kritik dan aspirasi masyarakat kami hormati dan kami persilakan. Tetapi provokasi, DFK, ujaran kebencian, dan konten yang sengaja dibuat untuk menghasut atau memperkeruh keadaan tidak akan kami biarkan. Terhadap konten yang melanggar ketentuan, Kemkomdigi akan mengambil langkah tegas sesuai dengan kewenangan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegas Meutya dalam keterangannya, Kamis (27/8).
Pada hari ini, sejumlah kelompok masyarakat dan mahasiswa dijadwalkan menggelar demonstrasi di kawasan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat. Sedikitnya terdapat empat kelompok yang akan menyampaikan aspirasi, salah satunya Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB). Massa dari sejumlah daerah juga disebut telah tiba dan berkumpul di sekitar kompleks parlemen sejak Rabu (26/8).
Mengantisipasi situasi tersebut berkembang di dunia maya, Kemkomdigi memperkuat pemantauan terhadap percakapan, unggahan, hingga siaran langsung yang berkaitan dengan aksi unjuk rasa.
Peningkatan pengawasan itu juga dilakukan setelah muncul informasi mengenai adanya sejumlah orang yang ditangkap karena diduga hendak memicu kerusuhan dalam demonstrasi hari ini.
Dalam pemantauannya, Kemkomdigi menemukan sejumlah siaran langsung yang dinilai lebih mengedepankan aspek viralitas dan monetisasi, termasuk melalui fitur pemberian gift. Pemerintah mengingatkan bahwa jumlah penonton yang besar maupun tingginya tingkat viral sebuah konten tidak otomatis membuat informasi di dalamnya dapat dipercaya.
Masyarakat pun diminta lebih berhati-hati dalam menyikapi informasi yang beredar. Potongan video tanpa konteks, narasi yang tidak utuh, hingga unggahan yang tidak memiliki sumber jelas sebaiknya tidak langsung dipercaya atau diteruskan kepada orang lain.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022