
Kantor Staf Kepresidenan (KSP) mengunjungi Heru Baskoro, 84, putra tokoh perjuangan Sayuti Melik dan S.K. Trimurti. (Istimewa)
JawaPos.com - Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia, Kantor Staf Kepresidenan (KSP) mengunjungi Heru Baskoro, 84, putra tokoh perjuangan Sayuti Melik dan S.K. Trimurti, sebagai bentuk perlindungan negara.
Heru Baskoro, kini mendapatkan layanan di Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL), Bekasi. Kunjungan KSP terhadap anak Sayuti Melik itu sekaligus memastikan kelompok lanjut usia (lansia) rentan, termasuk keluarga tokoh yang memiliki jasa dalam sejarah kemerdekaan, memperoleh pelayanan dan pendampingan yang layak. Heru bersama istrinya, Treyzia Noviani, 65, sebelumnya menghadapi persoalan ekonomi, kesehatan, hingga tempat tinggal.
“Negara harus hadir dan memastikan masyarakat, khususnya kelompok lansia yang rentan, mendapatkan perlindungan, pelayanan dasar, kesehatan, dan pendampingan yang layak,” ujar Kepala Sekretariat KSP RI Achmad, Jumat (14/8).
Menurut Achmad, penanganan Heru dilakukan secara terpadu melalui koordinasi sejumlah kementerian dan lembaga. Langkah tersebut mencakup pemenuhan kebutuhan dasar, administrasi kependudukan, jaminan kesehatan, hingga penyelesaian dokumen perjalanan.
“Penanganan ini kita dorong agar berjalan cepat, terpadu, dan berkelanjutan. Bukan hanya menyelesaikan satu persoalan, tetapi memastikan setelah itu pelayanan terhadap beliau tetap berjalan,” katanya.
Dalam kunjungan tersebut, KSP turut menyerahkan sejumlah dokumen yang telah diproses melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga. Dokumen itu meliputi KTP dan Kartu Keluarga, surat keterangan aktivasi BPJS Kesehatan, serta paspor Republik Indonesia milik Heru yang telah dikembalikan.
KSP juga memberikan tali kasih dari Kepala KSP kepada Heru Baskoro dan para lansia penghuni STPL. Bantuan berupa selimut dan makanan turut diberikan kepada para lansia di fasilitas tersebut.
Achmad mengatakan, perhatian terhadap Heru memiliki makna lebih luas karena ia merupakan putra Sayuti Melik, tokoh yang memiliki peran penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia.
“Ini bukan hanya persoalan individu. Ada nilai sejarah dan kemanusiaan yang harus kita jaga. Negara perlu memberikan penghormatan kepada keluarga para pejuang sekaligus memastikan mereka mendapatkan kehidupan yang layak,” ujar Achmad.
Sayuti Melik dikenal sebagai tokoh yang mengetik naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Karena itu, kunjungan KSP menjelang peringatan kemerdekaan tahun ini dinilai menjadi pengingat bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui upacara, tetapi juga diwujudkan dalam bentuk kepedulian dan perlindungan terhadap masyarakat.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
Prediksi Skor Pisa vs Empoli di Coppa Italia: Azzurri Bisa Menang Lewat Adu Penalti!
Prediksi Skor Palermo vs Lecce di Coppa Italia, Inzaghi Siap Bikin Kejutan
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Prediksi Skor Cremonese vs Sampdoria di Coppa Italia, Optimisme Marco Giampaolo
Prediksi Levski Sofia vs AEK Athens: Misi Besar Tuan Rumah Kembali ke UCL Usai Absen 2 Dekade
Rela Kesampingkan Urusan Pribadi, Perjuangan Ibu Atlet Sepak Bola Masa Depan Indonesia
Prediksi Skor Thailand vs Singapura di Semifinal Piala AFF 2026, Gajah Perang Unggul Agregat 3-1
