
ILUSTRASI: Para penerima bansos mengantri menunggu giliran di panggil di kantor Pos Banyuwangi. (Istimewa)
JawaPos.com - Kementerian Sosial (Kemensos) mengambil langkah tegas dengan menangguhkan sementara penyaluran bantuan sosial (bansos) bagi 1.494.652 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Sembako. Langkah penahanan ini dilakukan setelah jutaan data penerima tersebut terindikasi melakukan transaksi judi online berdasarkan laporan pemadanan data terbaru.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menuturkan, dari jumlah tersebut, sebanyak 794.475 orang merupakan KPM terdaftar aktif dalam Program Keluarga Harapan (PKH).
"Ada 1.494.652 keluarga penerima manfaat yang terindikasi judi online, berdasarkan data yang kami terima dari PPATK. Hari-hari ini kita sedang menelusuri dan mendalami," ujar Gus Ipul di kantornya, Rabu (5/8).
Lonjakan Kasus Dinilai Makin Mengkhawatirkan
Temuan transaksi haram di lingkungan penerima bantuan negara ini menunjukkan kenaikan signifikan. Jika dibandingkan dengan hasil pemadanan data pada 2025 yang mencatatkan hampir 600 ribu KPM, angka terindikasi judi online pada periode ini membengkak lebih dari dua kali lipat.
Gus Ipul menjelaskan, pihak Kemensos tidak langsung mencabut kepesertaan secara sepihak, melainkan melakukan penelusuran secara cermat. Pemetaan dan analisis mendalam ditargetkan rampung dalam waktu dekat.
"Kita sekarang sedang telusuri, mungkin minggu depan paling tidak kita sudah punya gambaran lebih jauh tentang hasil penelusuran. Nanti akan kita lihat dan akan kita sampaikan hasilnya," kata Gus Ipul.
Risiko Pencabutan Permanen dan Pemutakhiran DTSEN
Untuk memastikan akurasi data, Kemensos menjalin kolaborasi ketat bersama Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) serta Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Proses pembuktian ini juga diselaraskan dengan pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) agar bantuan negara benar-benar tepat sasaran.
Jika terbukti menyalahgunakan dana bantuan untuk taruhan digital, para penerima manfaat tersebut terancam kehilangan haknya secara permanen.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Prediksi Skor Persija Jakarta vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Diunggulkan!
Profil Jafar Hidayatullah dan Adnan Maulana: Diduga Match Fixing, Dicoret PBSI dari Kejuaraan Dunia
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Maung Bandung Favorit Juara
Aji Santoso Resmi Latih de Red FC, Klub Baru Jawa Timur Pilih Stadion Gelora 10 November Surabaya
Bertahun-Tahun Mogok Kerja, Tim 10 Pekerja Freeport Serahkan Tuntutan ke Said Iqbal
Jafar/Felisha dan Adnan/Indah Dicoret dari Kejuaraan Dunia, PBSI Buka Suara Soal Dugaan Match Fixing
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Pembuktian Sihir John Herdman!
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
