
Indonesia terpilih menjadi tuan rumah perhelatan Regional Knowledge Sharing of ASEAN Guiding Principles for Effective Social Forestry Legal Frameworks. (Istimewa)
JawaPos.com - Indonesia terpilih menjadi tuan rumah perhelatan Regional Knowledge Sharing of ASEAN Guiding Principles for Effective Social Forestry Legal Frameworks.
Agenda internasional yang dimotori Kementerian Kehutanan (Kemenhut) itu diselenggarakan di Jakarta selama dua hari, yakni pada 4 hingga 5 Agustus 2026.
Pertemuan strategis tingkat regional ini menjadi sebuah momentum yang sangat krusial dalam memacu kolaborasi antarnegara. Langkah ini ditujukan untuk membangun sistem tata kelola perhutanan sosial yang transparan, efektif, dan inklusif di seluruh wilayah Asia Tenggara.
Acara berskala internasional ini diinisiasi oleh ASEAN Working Group on Social Forestry bersama RECOFTC dan ClientEarth. Forum ini berhasil menyatukan perwakilan dari 11 negara anggota ASEAN, Sekretariat ASEAN, serta para pemangku kepentingan sektor kehutanan Indonesia.
Langkah konkret penyelenggaraan forum ini berbanding lurus dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam menguatkan sektor perhutanan sosial. Strategi ini dipandang sebagai jalan utama untuk mewujudkan tata kelola hutan yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan posisi masyarakat sebagai mitra paling utama dalam menjaga kelestarian lingkungan hutan. Kemitraan itu diwujudkan melalui legalitas akses kelola, peningkatan taraf kesejahteraan, hingga penguatan kelembagaan warga di kawasan hutan.
Sepanjang dua hari forum berlangsung, seluruh delegasi saling bertukar ide dan pengalaman mengenai perkembangan regulasi. Mereka membedah praktik terbaik, terobosan inovasi, hingga tantangan nyata dalam menerapkan prinsip tata kelola perhutanan sosial.
Direktur Pengendalian Perhutanan Sosial Kemenhut Marcus Octavianus Susatyo mengatakan bahwa kolaborasi ini menjadi fondasi penting untuk menyelaraskan kebijakan nasional dengan aspirasi regional, memperkuat kepastian tenurial, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan hutan.
"Sisa penyampaiannya menekankan pentingnya pertukaran pengetahuan antarnegera demi memperkuat kepastian hukum di lapangan," kata Marcus Octavianus di Jakarta pada Rabu (5/8).
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022