
Menko Polkam Djamari Chaniago. (Kemenko Polkam)
JawaPos.com - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Polkam) Djamari Chaniago memastikan bahwa pemasangan pagar di mall dan pusat perbelanjaan tidak terkait dengan aksi demo. Langkah itu diambil atas pertimbangan masing-masing.
”Tidak ada kaitannya dengan hubungan seperti yang digulirkan kabar-kabar yang akan datang (aksi demo), tidak ada,” ucap Djamari kepada awak media pada Rabu (5/8).
Menurut Djamari, pemasangan pagar tinggi tersebut dilakukan untuk keamanan masing-masing pusat perbelanjaan. Namun, Djamari menyatakan bahwa pagar-pagar tinggi itu kini sudah dibongkar atas instruksi dari kepala daerah setempat. Baik yang di Surabaya maupun Jakarta.
”Sudah dianggap tidak memenuhi izin, seperti yang dilakukan oleh beberapa tempat. Saya tidak mau menyebutkan mall yang mana, tapi kira-kira pemerintah daerah setempat sudah melakukan penertiban,” tegasnya.
Sebelumnya, pemasangan pagar tinggi di sejumlah mall memantik kekhawatiran publik. Tindakan itu dikait-kaitkan dengan isu gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) Agustus tahun ini. Atas kencangnya isu tersebut, Mabes Polri buka suara.
Menurut Astamaops Kapolri Komjen Fadil Imran, tidak ada hal menonjol yang perlu dikhawatirkan. Laporan pada Daily Operating Reporting System (DORS) menunjukkan bahwa kondisi dan situasi kamtibmas sejauh ini masih aman dan terkendali.
”Sampai hari ini berdasarkan data DORS, Daily Operating Reporting System itu tidak ada hal yang menonjol, tidak ada. Jadi, masyarakat jangan termakan dengan isu-isu akan terjadi gangguan kamtibmas yang mencemaskan,” ungkap Fadil saat ditanyai oleh awak media.
Jenderal bintang tiga Polri itu menyampaikan bahwa keputusan memasang pagar tinggi-tinggi adalah hal biasa. Sehingga tidak perlu dikait-kaitkan dengan narasi dan isu gangguan kamtibmas yang disebut-sebut bakal kembali terjadi pada Agustus tahun ini.
”Saya kira orang pagari rumahnya kan biasa, jangan kemudian dibangun narasi seolah-olah kalau bangun pagar akan terjadi sesuatu. Saya kira tidak seperti itu tafsir dan terjemahannya,” ujarnya.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Prediksi Skor Persija Jakarta vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Diunggulkan!
Profil Jafar Hidayatullah dan Adnan Maulana: Diduga Match Fixing, Dicoret PBSI dari Kejuaraan Dunia
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Maung Bandung Favorit Juara
Aji Santoso Resmi Latih de Red FC, Klub Baru Jawa Timur Pilih Stadion Gelora 10 November Surabaya
Bertahun-Tahun Mogok Kerja, Tim 10 Pekerja Freeport Serahkan Tuntutan ke Said Iqbal
Jafar/Felisha dan Adnan/Indah Dicoret dari Kejuaraan Dunia, PBSI Buka Suara Soal Dugaan Match Fixing
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Pembuktian Sihir John Herdman!
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
