
Kepala BGN Sudaryono (Tengah) /(Istimewa)
JawaPos.com - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono angkat bicara soal putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengabulkan sebagian permohonan pengujian penggunaan anggaran pendidikan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sudaryono mengatakan, BGN sebagai lembaga pemerintah melaksanakan apapun ketentuan yang menjadi keputusan negara.
"Terkait keputusan MK, ya kami adalah lembaga pemerintah operasional ya kami melaksanakan operasional, tentu saja kami akan melaksanakan apa pun keputusan yang menjadi keputusan dari negara, kebijakan dari pemerintah," kata Sudaryono saat konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Jumat (31/7).
Meski demikian, ia enggan berkomentar mengenai dampak putusan MK terhadap skema pendanaan maupun cakupan penerima manfaat MBG. Menurutnya, hal tersebut merupakan kewenangan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
"Yang pertama kan terkait MK saya kira pertanyaannya barangkali bisa ditanyakan ke Menteri Keuangan. Kami intinya melaksanakan yang menjadi tugas kami. Kami adalah fokus pelaksana sampai dengan sejauh ini tentu saja yang sudah berjalan kami pastikan untuk berjalan dengan baik," ujarnya.
Di sisi lain, Sudaryono memastikan BGN tetap mengarahkan perluasan program MBG ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), khususnya daerah dengan prevalensi stunting yang tinggi.
Ia menjelaskan BGN telah menyisir data dari Kementerian Kesehatan hingga tingkat desa. Data tersebut kini sedang disinkronkan untuk menentukan daerah yang menjadi prioritas perluasan layanan MBG.
"Kemudian sebagaimana saya juga kemarin presscon, 3T ini kemudian kami sisir dari data Kementerian Kesehatan. Ini sudah ada wilayahnya, provinsi mana, kabupaten mana, kecamatan mana, desa mananya sudah ada dan ini sedang kita sinkronkan data sehingga mana yang prioritas kita memang dari yang antre yang belum ada ini kita fokuskan dulu memang nanti yang daerah yang memang stunting-nya tinggi," jelasnya.
Menurut Sudaryono, daerah dengan angka stunting tinggi tidak hanya berada di Papua, tetapi juga tersebar di Nusa Tenggara Timur (NTT), sejumlah wilayah lain di Indonesia, bahkan beberapa kabupaten di Pulau Jawa.
"3T ini sama dengan angka stunting-nya tinggi, enggak hanya di Papua tapi juga di NTT, di beberapa wilayah yang lain termasuk ada beberapa temuan di beberapa kabupaten di Jawa ada yang memang angka stunting-nya cukup tinggi," tuturnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Persela Lamongan vs Deltras: Duel Sengit Dua Tim Teratas Grup B Championship
Prediksi Skor PSS Sleman vs PSM Makassar: Super Elang Jawa Berambisi Raih Kemenangan Pertama
Prediksi Skor Arema FC vs Bhayangkara FC: Berpeluang Imbang di Kanjuruhan
Prediksi Skor Feyenoord vs AZ Alkmaar: Sama-Sama Produktif, Laga Berpotensi Imbang
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Surabaya Panas! Keringat Penjahit, Kipas Angin Laris, dan Tagihan Listrik Bengkak
Prediksi Skor Barcelona vs Getafe di Liga Spanyol: Blaugrana Pesta Gol di Camp Nou
Prediksi Susunan Pemain Como vs AS Roma: Fabregas Siapkan Taktik Subbuteo
Prediksi Skor Racing Santander vs Valencia: Los Che Terdesak, Hasil Imbang Jadi Skenario Realistis
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Emil Audero Incar Poin di Kandang

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022