
Sejumlah siswa menyantap makanan MBG saat kunjungan ke Sekolah Khusus Negeri 01 Balaraja dalam pelaksanaan Program MBG CSR Swasta Grab–OVO, Kamis (16/07/2026). (Hanung Hambara/ Jawa Pos)
JawaPos.com - Mahkamah Konstitusi (MK) resmi mengabulkan sebagian permohonan pengujian penggunaan anggaran pendidikan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) menyuarakan kekecewaannya karena MK masih memberi kelonggaran transisi pemisahan anggaran hingga APBN 2028.
Dalam Perkara No. 40/PUU-XXIV/2026 yang diputus pada Kamis (30/7), MK menegaskan bahwa program MBG bukanlah komponen utama dalam penyelenggaraan pendidikan. Oleh sebab itu, skema pembiayaannya wajib dipisah dan tidak boleh memotong alokasi operasional sekolah.
Kendati menyambut baik ketegasan MK, Koordinator Nasional JPPI, Ubaid Matraji, menilai masa transisi dua tahun yang diberikan hakim konstitusi terlalu panjang dan kontradiktif.
Ubaid menegaskan bahwa perbaikan postur anggaran mestinya bisa langsung diterapkan pada pembahasan APBN 2027 yang saat ini sedang berjalan, tanpa harus mengulur waktu sampai 2028.
"JPPI menyambut baik putusan ini karena MK akhirnya menegaskan bahwa MBG bukan komponen utama pendidikan. Ini merupakan kemenangan penting bagi perlindungan anggaran pendidikan. Namun, kami kecewa karena koreksinya tidak diwajibkan langsung mulai APBN 2027," ujar Ubaid, Kamis (30/7).
Menurutnya, penundaan eksekusi ini berpotensi dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk tetap menggerus alokasi dana pendidikan minimal 20 persen dalam APBN.
"Kalau MK sendiri mengakui bahwa APBN 2027 masih bisa disesuaikan, mengapa pemerintah diberi ruang menunggu sampai 2028? Kalau kekeliruan klasifikasi anggarannya sudah dinyatakan hari ini, koreksinya juga harus dilakukan secepatnya, bukan ditunda dua tahun," tegasnya.
Baca Juga:Panitia Rilis Denah Muktamar NU 2026 di Jombang, Lapangan Tambakberas Jadi Lokasi Pembukaan
MBG Bukan Bagian dari Standar Pendidikan
Dalam persidangan sebelumnya, JPPI yang hadir sebagai ahli Pemohon memaparkan bahwa esensi kegiatan pendidikan berfokus pada proses instruksional, pedagogis, akademik, dan tata kelola sekolah.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao: Duel Tim Papan Tengah LaLiga Berpotensi Berlangsung Ketat
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022