Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 28 Juli 2026 | 14.42 WIB

Beredar Informasi Ajudan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ditembak Mati, Polda Metro Jaya: Itu Hoax

Polisi gelar olah TKP kasus meninggalnya seorang pria bernama Sutrimo yang ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di halaman Klinik Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Kamis (23/7). (Muhamad Ridwan/JawaPos.com) - Image

Polisi gelar olah TKP kasus meninggalnya seorang pria bernama Sutrimo yang ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di halaman Klinik Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Kamis (23/7). (Muhamad Ridwan/JawaPos.com)

JawaPos.com - Belakangan ramai di media sosial (medsos) informasi terkait dengan ajudan mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) Febrie Adriansyah tewas ditembak. Polda Metro Jaya memastikan informasi tersebut hoax.

Beberapa akun tampak menyebarkan informasi tersebut, salah satunya adalah pengelola akun @kementerian_kurangajar. Akun tersebut terpantau mengunggah informasi dengan narasi penembakan terhadap ajudan mantan pejabat tinggi Kejagung tersebut.

”INFO A77, SETELAH PENJAGA RUMAHNYA FEBRIE TEWAS SECARA MISTERIUS. KONON AJUDANNYA FEBRIE DIDUGA TEWAS DITEMBAK OLEH ORANG MISTERIUS SAMPAI SEKARANG BELUM DITEMUKAN JASADNYA HILANG BEGITU AJA,” bunyi unggahan tersebut dikutip pada Selasa (28/7).

Atas informasi tersebut, Polda Metro Jaya memastikan bahwa tidak terjadi penembakan terhadap ajudan mantan jampidsus Kejagung. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyatakan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Polres Metro Jaksel.

”Sejauh ini kami sudah mengkonfirmasi dengan Kasat Reskrim Jakarta Selatan itu adalah hoax,” ungkap Budi.

Polda Metro Jaya Masih Dalami Berbagai Informasi Mengenai Kematian Sutrimo

Lain hal dengan kematian seorang pria bernama Sutrimo di Klinik Kecantikan Mordent, Jaksel. Polda Metro Jaya masih mendalami peristiwa tersebut. Langkah itu diambil setelah polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada Minggu (26/7).

Menurut Kombes Budi, pihaknya mengumpulkan setiap informasi. Termasuk yang diperoleh awak media. Tujuannya memastikan benar atau tidak Sutrimo tewas secara tidak wajar pada Kamis pekan lalu (23/7).

”Polda Metro Jaya mendapatkan informasi ini dari teman-teman media, dari informasi media online atau pun media sosial, termasuk media TV yang menyampaikan adanya dugaan atau pun berita meninggalnya seseorang yang dianggap tidak wajar,” kata dia pada Senin (27/7).

Untuk itu, meski tidak ada laporan kepolisian, Polda Metro Jaya turun tangan. Mengingat lokasi temuan jenazah Sutrimo berada di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Budi berjanji, hasil pendalaman petugas kepolisian akan disampaikan kepada publik.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore