Siswa menyantap makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Meruyung, Depok, Jawa Barat, Senin (13/7/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com – Penetapan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah sebagai tersangka dalam tiga perkara dugaan korupsi, diharapkan tidak menghambat proses penyidikan dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penanganan perkara tersebut diminta tetap berjalan sesuai proses hukum yang berlaku.
Peneliti Pusat Kajian Antikorupsi Universitas Gadjah Mada (Pukat UGM) Zaenur Rohman menegaskan, pengembangan penyidikan kasus dugaan korupsi MBG harus terus berlanjut, meski pejabat yang sebelumnya menangani perkara itu kini berstatus tersangka.
"Tentu kasus MBG itu tidak boleh terganggu. Harus tetap jalan," kata Zaenur kepada wartawan, Selasa (14/7).
Menurut Zaenur, yang perlu dijaga bukan hanya keberlanjutan pengusutan kasus MBG, tetapi juga kredibilitas institusi Kejaksaan. Ia menilai persoalan yang muncul saat ini berkaitan dengan individu, sehingga seharusnya tidak memengaruhi pelaksanaan tugas lembaga secara keseluruhan.
"Jadi yang sedang disasar sebagai tersangka itu kan FA (Febrie) orangnya. Institusinya harus tetap dijaga dan institusinya harus tetap melanjutkan tugas, jangan sampai tugasnya itu kemudian terpengaruh," tegasnya.
Aktivis antikorupsi itu juga mengingatkan, program MBG kembali bergulir seiring dimulainya pendidikan tahun ajaran baru. Karena itu, Kejaksaan Agung diminta tetap menuntaskan penyidikan kasus tersebut tanpa ada penundaan.
Ia turut menyoroti pernyataan Febrie Adriansyah yang disampaikan sehari sebelum ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Saat itu, Febrie menyebut terdapat 47 nama yang diduga memiliki keterkaitan dengan perkara MBG.
Oleh karena itu, Zaenur berharap Kejaksaan Agung segera menindaklanjuti informasi tersebut dengan memanggil dan mendalami peran setiap pihak yang telah disebutkan agar penanganan perkara dapat berlangsung secara transparan dan akuntabel.
"Dan untuk kejaksaan ini harus cepat di dalam mengungkap nama-nama itu. Memanggil mereka 47 nama itu yang mendalami keterlibatan mereka," cetusnya.
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Anang Supriatna membenarkan, terkait penerbitan surat bernomor B-3256/F.2/Fd.2/07/2026 itu memang dikeluarkan oleh instansinya. Surat edaran tersebut berisi perintah menghentikan pengumpulan data dan keterangan terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh Indonesia.
Surat itu ditandatangani oleh Direktur Penyidikan (Dirdik) pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung Syarief Sulaeman Nahdi, pada Jumat (10/7).
Dalam surat tersebut, seluruh kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) di seluruh Indonesia diminta menghentikan semua kegiatan pengumpulan data dan keterangan berkaitan dengan program MBG di wilayah hukum masing-masing.
”Benar surat itu dikeluarkan karena batas waktu pengumpulan data-data sudah selesai dan surat itu dikeluarkan supaya tidak disalahgunakan dalam pelaksanaannya,” kata Anang di Kompleks Kejagung, Jakarta, Senin (13/7).
Menurut Anang, pendataan dilakukan dalam rangka penyidikan kasus dugaan korupsi tata kelola anggaran program MBG yang dilaksanakan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Dia menyebutkan bahwa, nantinya data-data yang sudah terkumpul akan digunakan oleh penyidik untuk menangani kasus dengan beberapa orang tersangka.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Soal Penolakan Pembangunan Gereja di Citraland, Wali Kota Eri: Tidak Sesuai Site Plan
Prediksi Skor Singapura vs Thailand: Ilhan Fandi Jadi Ancaman, Tuan Rumah Bisa Bikin Kejutan
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Pembangunan Gereja di Citraland Surabaya Ditolak Warga, Ternyata karena salah soal Perizinannya
Jadwal Siaran Langsung Sabah FC vs Persib Bandung di Dewata Challenge Series 2026: Live di Indosiar
5 Weton Aras Kembang yang Bisa Memikat Lawan Jenis karena Kharismatik danMempesona Menurut Primbon Jawa
