
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (13/5)/(Bakom RI)
JawaPos.com - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari memastikan, pemerintah terus melakukan penyempurnaan terhadap program pelatihan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). Program tersebut dipersiapkan untuk mencetak calon manajer yang akan bertugas di Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
Menurut Qodari, pemerintah telah melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap pelaksanaan program. Hasil evaluasi itu melahirkan keputusan untuk mengubah konsep pelatihan yang sebelumnya berbasis latihan dasar kemiliteran menjadi pelatihan bela negara yang dipadukan dengan penguatan kemampuan manajerial.
"Pemerintah tidak menutup mata. Pemerintah menerima setiap saran dari masyarakat sebagai wujud kepedulian bersama," kata Qodari dalam keterangan tertulis, Selasa (7/7).
Ia menjelaskan, perubahan tersebut tidak menghilangkan nilai-nilai utama yang selama ini menjadi fondasi program. Pembentukan karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, serta semangat cinta Tanah Air tetap menjadi bagian penting dalam pelatihan.
Qodari menuturkan, yang disesuaikan adalah metode pelaksanaannya agar lebih efektif sekaligus lebih memperhatikan kondisi fisik dan mental para peserta. Langkah ini diambil agar tujuan program dapat tercapai secara optimal.
"Kami ingin mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya profesional dan berintegritas, tetapi juga siap menyongsong program-program prioritas pemerintah dengan penuh rasa percaya diri," jelasnya.
Qodari meyakini, penyempurnaan metode pelatihan akan memberikan dampak positif terhadap pelaksanaan program SPPI. Pendekatan yang lebih humanis diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap program tersebut.
"Kami akan melihat lahirnya generasi penggerak yang tidak hanya kompeten secara keilmuan, tetapi juga memiliki karakter yang tangguh dan semangat bela negara," ujar Qodari.
Ia pun menegaskan, pemerintah akan terus memberikan pendampingan kepada seluruh peserta SPPI selama mengikuti program tersebut. Komitmen itu mencakup perlindungan serta pembinaan agar para peserta siap mengemban tugas di Kopdes Merah Putih maupun Kampung Nelayan Merah Putih.
Ia menekankan, peserta SPPI merupakan generasi muda terpilih yang memiliki semangat untuk mengabdi kepada bangsa. Karena itu, pemerintah ingin memastikan mereka memperoleh bekal yang memadai untuk mendukung pembangunan desa dan kawasan pesisir melalui program-program prioritas nasional.

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
10 Besar Penjualan Mobil Juni 2026: BYD Comeback jadi Merek Tiongkok Terlaris Kalahkan Jaecoo
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Viral dr. Anggi Aprilyani Masuk Gereja, Tuai Tudingan Penistaan Agama
Gosip Perselingkuhan Lionel Messi Memanas, Sang Istri Tanggapi Rumor Skandal Suami dengan Jurnalis Argentina
