
Program Makan Bergizi Gratis (MBG). (Dok. Jawapos)
JawaPos.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai sorotan. Kali ini datang dari seorang pakar kebijakan publik, Media Wahyudi Askar.
Dalam sebuah podcast Curhat Bang Denny Sumargo, Media, yang selama ini mengkaji implementasi MBG meminta pemerintah menghentikan sementara program tersebut agar dapat dievaluasi secara menyeluruh sebelum kembali dijalankan.
Menurutnya, langkah moratorium bukan berarti menolak program MBG. Sebaliknya, penghentian sementara diperlukan agar pemerintah dapat memperbaiki desain kebijakan yang dinilai bermasalah sejak awal.
"Saya berharap pemerintah merombak total kebijakan ini (MBG),” ujarnya pada Podcast Denny Sumargo. Bukan menghentikan?," tanya Denny.
Baca Juga:Dijanjikan Gaji Rp 1,4 Juta Hanya Cair Rp 76 Ribu, Kopdes Merah Putih di Bojonegoro Pilih Tutup
Dia menegaskan bahwa moratorium memiliki banyak makna, salah satunya menghentikan pelaksanaan sementara untuk kemudian memulai kembali setelah evaluasi selesai dilakukan.
"Saya clearkan bahwa moratorium itu kan banyak hal maknanya. Bisa dihentikan dulu 3 bulan kemudian restart ulang," katanya.
Menurutnya, pemerintah tidak bisa memperbaiki program berskala nasional sambil tetap menjalankannya. Dia mengibaratkan kondisi tersebut seperti bus yang mengalami kerusakan.
"Bisa enggak sambil jalan? Ini yang saya analogikan dengan bis sekolah. Kalau seandainya bis sekolahnya rusak sambil jalan kan enggak bisa, harus masuk bengkel dulu," ucapnya.
Pakar tersebut juga menilai persoalan MBG tidak hanya berkaitan dengan higienitas makanan, pengelolaan dapur, maupun proses audit. Dia menyebut akar persoalan justru berada pada tata kelola program.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Thailand vs Vietnam Leg 1 Final Piala AFF 2026: Gajah Perang Terlalu Perkasa di Rajama
Jadi Tersangka, Ini Kronologi Penipuan yang Dilakukan Ruben Onsu
Ruben Onsu Jadi Tersangka, Begini Reaksi Pengacara Minola Sebayang
Prediksi Skor Marseille vs Strasbourg: Rekor 15 Laga Jadi Modal Les Phoceens
Respons Tantangan Wagub Kalbar, Gubernur Jabar KDM: Mohon Maaf, Tak Maksud Membandingkan
Pemerintah Bakal Menata Guru, PGRI Sebut Ada Harapan Baru bagi Pendidikan Indonesia
Ruben Onsu Ditetapkan Tersangka Kasus Penipuan dan Penggelapan, Dipanggil Minggu Depan
Prediksi Skor Ipswich vs Sunderland: The Black Cats Berpeluang Curi Poin di Portman Road
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Ribuan Ojol Hadiri Kopdar Kebangsaan Jaga Jakarta, Ada Perpanjangan SIM Gratis
