
Ilustrasi El Nino dan La Nina pada peta globe (Sumber foto : neefusa.org)
JawaPos.com - Anomali cuaca ekstrem berskala besar siap menerjang Indonesia dalam beberapa bulan ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa fenomena El Nino dengan intensitas kuat diprediksi akan memperparah puncak musim kemarau tahun ini.
Kondisi tersebut diperkirakan membuat hari-hari ke depan berjalan jauh lebih kering dengan durasi yang lebih panjang dari biasanya.
Data terkini dari BMKG menunjukkan bahwa pergerakan cuaca ekstrem ini sudah mulai terasa di berbagai daerah. Hingga pertengahan Juni 2026, hampir 40 persen wilayah Indonesia dilaporkan telah resmi masuk musim kemarau, dengan separuh wilayah nusantara mengalami curah hujan di bawah normal.
Baca Juga:Disrupsi AI Makin Nyata, Menaker Sebut Peningkatan Skill Jadi Kunci Daya Saing Tenaga Kerja
Puncak Kemarau Ekstrem Menanti
Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menjelaskan, situasi ini akan semakin menantang saat memasuki paruh kedua tahun ini. Masyarakat diminta bersiap menghadapi penurunan drastis pasokan air hujan.
"Pada periode Juli hingga Oktober 2026 nanti, lebih dari 80 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan di bawah normal. Adapun puncak musim kemarau diproyeksikan akan terjadi pada kisaran bulan Juli hingga September," ujar Ardhasena dalam keterangan resminya, Jumat (3/7).
Peningkatan intensitas El Nino ini berdampak langsung pada hilangnya volume curah hujan secara signifikan. Akibatnya, ancaman kekeringan hidrologis dan kelangkaan air bersih kini menjadi risiko nyata yang harus segera diantisipasi sejak dini.
Strategi Penyelamatan Sektor Pertanian dan Pangan
Salah satu fokus utama pemerintah saat ini adalah menjaga stabilitas pangan nasional. Sektor pertanian menjadi lini paling rentan yang terancam mengalami gagal panen massal jika tidak melakukan adaptasi cepat.
Untuk memitigasi risiko tersebut, BMKG mendesak para petani dan pelaku industri agraria untuk segera mengubah pola kerja di lapangan.

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Kanada vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Lebih Diunggulkan, Mampukah Les Rouges Balas Dendam?
Prediksi Skor Paraguay vs Prancis di 16 Besar Piala Dunia 2026: Ujian Konsistensi si Biru
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Kisah Renato Veiga, Bek Timnas Portugal yang Tumbuh di Maroko hingga Memilih Memeluk Agama Islam
Prediksi Skor Australia vs Mesir: Bursa Taruhan Unggulkan The Pharaohs, Opta Hanya Jagokan Socceroos 46 Persen
Prediksi Skor Argentina vs Tanjung Verde: Bursa Taruhan Jagokan Albiceleste, Opta Beri Peluang Menang Lebih dari 80 Persen
Prediksi Skor Australia vs Mesir di Piala Dunia 2026: Menanti Kejutan Satu-satunya Wakil Asia
