Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 24 Juni 2026 | 04.09 WIB

Istana akan Telusuri Dugaan Aliran Dana ke BEM FH UBK usai Bertemu Wapres Gibran

Rektorat UBK menyampaikan keterangan kepada awak media terkait dengan isu penerimaan uang oleh perwakilan mahasiswa UBK yang berdemo di Jakarta beberapa waktu lalu. (Sahrul Yunizar/JawaPos.com) - Image

Rektorat UBK menyampaikan keterangan kepada awak media terkait dengan isu penerimaan uang oleh perwakilan mahasiswa UBK yang berdemo di Jakarta beberapa waktu lalu. (Sahrul Yunizar/JawaPos.com)

JawaPos.com - Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Bambang Eko Suhariyanto mengaku belum memperoleh informasi lengkap terkait dugaan adanya aliran dana yang diterima pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (BEM FH UBK). Meski demikian, ia memastikan akan menelusuri informasi yang tengah menjadi sorotan publik tersebut.

Isu tersebut mencuat setelah Ketua BEM FH UBK, Muhammad Abdimaludin, mengaku menerima sejumlah uang dalam rangkaian demonstrasi bertajuk "Tata Ulang Indonesia" yang berlangsung pada Senin (15/6).

"Coba nanti saya monitor dulu ya. Saya enggak mengikuti yang kemarin berita terakhir itu," kata Bambang di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (23/6).

Bambang menyatakan belum mengikuti perkembangan terbaru terkait pemberitaan yang beredar. Karena itu, ia memilih untuk memeriksa terlebih dahulu informasi yang ada sebelum memberikan tanggapan lebih lanjut.

"Nanti saya akan cek lagi ya, oke ya," tegasnya.

Dugaan itu muncul setelah viralnya pernyataan Ketua BEM FH UBK, Muhamad Abdimaludin, mengakui menerima uang sebesar Rp 20 juta. Uang tersebut diduga diterima setelah melakukan pertemuan dengan Wapres Gibran Rakabuming Raka.

Uang itu diberikan oleh oknum kepolisian dengan tujuan untuk mengalihkan titik aksi demonstrasi mahasiswa yang semula direncanakan di depan Istana Negara ke DPR RI.

Dalam potongan video live yang viral tersebut, Ketua BEM FH UBK, Muhamad Abdimaludin, akhirnya tidak bisa mengelak. Ia mengakui di depan forum, bahwa dirinya telah menerima dana puluhan juta rupiah dari seorang anggota kepolisian.

"Saya mengakui kesalahan. Saya menerima uang tersebut. Rp 20 juta dengan pembagian dengan kawan-kawan. Dari pihak kepolisian (bernama) Aan," tutur Abdi, dikutip Selasa (23/6).

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore