
ILUSTRASI. Menteri HAM Natalius Pigai saat meninjau siswa korban keracunan MBG di RSIA IBI Kota Surabaya, Rabu (13/5). Temuan PMKRI di wilayah 3T, MBG yang basi dijadikan makanan babi. (Novia Herawati/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi andalan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mendapat kritik tajam. Massa dari Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Jakarta Pusat menggelar aksi demonstrasi di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Rabu (17/6).
Mereka membawa tiga salib merah bersimbol foto presiden dan wapres sebagai bentuk protes atas karut-marutnya implementasi program tersebut.
Ketua Presidium PMKRI Cabang Jakarta Pusat, Yohanes Jonianus Taek mengungkapkan temuan terkait pelaksanaan program MBG di lapangan, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Program yang menelan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) dalam jumlah fantastis ini dinilai tidak tepat saran dan berujung sia-sia.
Menurut Yohanes, program MBG menjadi pakan ternak di daerah 3T lantaran kualitas makanan yang disediakan sangat buruk dan tidak layak konsumsi saat tiba di tangan para siswa. Ia mencontohkan kondisi konkret yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Itu dijadikan makanan babi di daerah-daerah 3T misalnya di NTT. Saya adalah orang NTT dan saya pernah ke sana, pernah mewawancarai masyarakat di sana. MBG di sana tata kelolanya sangat buruk. MBG yang secara ide itu merupakan ide populis, tetapi secara pelaksanaannya tidak realistik dan tidak tepat sasaran," ujarnya di lokasi.
"Siswa-siswa di sana itu tidak makan MBG karena apa? Karena makanan-makanan yang datang dari dapur itu makanan-makanan yang sudah basi teman-teman sekalian," terangnya.
Ia juga menambahkan bahwa ada banyak laporan mengenai siswa yang mengalami keracunan massal akibat tata kelola dapur yang buruk. Hal ini memicu kecurigaan besar dari kalangan mahasiswa terhadap pihak-pihak yang terus mendesak agar program ini dilanjutkan tanpa adanya evaluasi mendasar.
"Oleh karena program yang bobrok seperti itu apa yang mau dilanjutkan? Program bobrok seperti itu apa yang mau didukung? Oleh karena itu kami dari PMKRI Cabang Jakarta Pusat hari ini hadir dengan membawa satu tuntutan agar mendesak pemerintah untuk segera mengevaluasi total program-program populis yang tidak realistik dan tidak tepat sasaran seperti MBG, KDMP (Koperasi Desa Merah Putih) yang merupakan akar dari beban APBN yang saat ini ada," tegasnya.
PMKRI Jakarta Pusat menilai bahwa akar masalah dari kekacauan ini adalah penunjukan pelaksana program yang tidak kompeten di jajaran pemerintahan. Anggaran besar yang dikucurkan dinilai terbuang percuma akibat manajemen yang tidak profesional.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Foto Prabowo-Gibran Dipasang di Salib Merah saat Demo di Monas, PMKRI: Simbol Dua Pendosa
