Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 16 Juni 2026 | 03.39 WIB

Soal Nasib 21 Ribu Motor Listrik yang Mangkrak Usai Dadan cs Tersangka, BGN: Kami Inginnya Dimaksimalkan

Penampakan ribuan motor listrik dari pengadaan BGN di sebuah Gudang, Kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat/(Radar Bogor) - Image

Penampakan ribuan motor listrik dari pengadaan BGN di sebuah Gudang, Kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat/(Radar Bogor)

JawaPos.com – Badan Gizi Nasional (BGN) akhirnya buka suara terkait nasib 21 ribu motor listrik senilai Rp1,39 Triliun dari pengadaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), usai tiga eks pimpinan BGN sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung (Kejagung).

Akibat status hukum tersebut, distribusi ribuan unit kendaraan operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) terhenti total. Saat ini, seluruh armada tersebut hanya tertahan dan menumpuk di dalam gudang penyimpanan di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Terkait hal ini, Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari memastikan, pihaknya akan memaksimalkan pemanfaatan seluruh barang yang telah dibeli menggunakan anggaran negara pada 2025, termasuk sepeda motor listrik, perangkat teknologi informasi (IT), laptop, hingga CCTV yang sempat menjadi sorotan.

BGN, kata dia, kini tengah melakukan penelusuran terhadap berbagai pengadaan yang telah dilakukan pada periode sebelumnya. 

Menurut Agustina, fokus BGN saat ini bukan hanya pada sepeda motor, tetapi seluruh aset yang sudah terlanjur dibeli menggunakan anggaran negara.

“Nanti gini kami akan meminta informasi juga ke Kejaksaan ya. Lalu poinnya sebenarnya gini, secara keseluruhan ya bukan cuma motor nih. Semua yang sudah dibelanjakan di 2025 termasuk IT sebenarnya kami inginnya itu dimaksimalkan,” ujarnya usai rapat dengar pendapat (RDP) secara tertutup bersama Komisi IX, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (15/6), 

Agustina mengatakan berbagai pengadaan yang sempat menjadi perhatian publik, seperti laptop, perangkat Internet of Things (IoT), hingga CCTV, akan dievaluasi untuk memastikan masih dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Kemarin kan sempat ada dibilang laptop, dibilang IoT, CCTV dan sebagainya yang memang sudah terlanjur dibayar dimaksimalkan,” katanya.

Menurut dia, langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya penyisiran anggaran tahun 2026. 

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore