Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 12 Juni 2026 | 23.19 WIB

Ketegangan Pecah di Thamrin! Polisi Lapis Pertama dan TNI Lapis Kedua Hadang Demo Mahasiswa

Ribuan mahasiswa dicegat aparat gabungan Polisi dan TNI di Thamrin saat hendak demo di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (12/6). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com) - Image

Ribuan mahasiswa dicegat aparat gabungan Polisi dan TNI di Thamrin saat hendak demo di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (12/6). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)

JawaPos.com - Situasi di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, mendadak mencekam pada Jumat (12/6). Ribuan mahasiswa dan aliansi masyarakat sipil yang hendak menggelar aksi unjuk rasa tertahan dan dicegat aparat gabungan di depan Gedung UOB. Massa yang menyemut membuat arus lalu lintas lumpuh total.

Berdasarkan pantauan JawaPos.com di lokasi, barikade ketat diterapkan oleh aparat keamanan untuk membendung laju massa. Pihak kepolisian bersiaga penuh menjaga baris pertama, sementara personel TNI dengan seragam hijau loreng khasnya berjaga ketat di lapis kedua.

Aksi saling dorong yang cukup sengit sempat pecah antara petugas kepolisian dan massa aksi yang mencoba merangsek maju. Akibat ketegangan ini, sejumlah kendaraan roda empat sempat terjebak di tengah-tengah kerumunan massa yang terus memadat.

Ketegangan semakin meningkat saat gelombang massa tambahan terus berdatangan. Sejumlah mahasiswa terlihat tiba menggunakan angkutan kota (angkot) dari arah Kebon Kacang, lalu langsung membaur dan bergabung dengan massa siswa yang sudah lebih dulu memadati Jalan MH Thamrin.

Hanya 5 Mahasiswa yang Lolos ke Bundaran HI

Pengadangan ketat ini membuat estimasi 1.000 massa aksi yang bergerak menjadi terhenti. Dari ribuan demonstran yang turun ke jalan, hanya ada 5 mahasiswa UI yang dilaporkan berhasil menembus barikade berlapis kepolisian di sejumlah titik penyekatan.

Sisanya, ribuan mahasiswa tertahan dan dicegat polisi agar tidak bisa menjangkau titik aksi utama yang direncanakan di Bundaran HI

Ketua BEM UI, Yatalathof Ma'shum Imawan alias Athof, mengungkapkan kekecewaan mendalam atas tindakan represif serta blokade sepihak yang dilakukan oleh aparat. Padahal, pihak mahasiswa mengklaim telah melayangkan surat pemberitahuan resmi untuk menggelar aksi damai di Bundaran HI. Namun, aparat di lapangan justru memaksa mereka untuk mengalihkan lokasi demonstrasi.

"Hanya kami berlima disini yang berhasil kesini. Semuanya dicegat. Tapi kita akan usahakan tetap aksi di Bundaran HI," ujarnya, Jumat (12/6).

Athof menambahkan bahwa ada upaya penggiringan opini dan pemaksaan dari pihak keamanan agar mahasiswa memindahkan titik orasi mereka ke depan Kompleks Parlemen. Namun, instruksi tersebut langsung ditolak mentah-mentah oleh aliansi mahasiswa.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore