
Ribuan mahasiswa dicegat aparat gabungan Polisi dan TNI di Thamrin saat hendak demo di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (12/6). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)
JawaPos.com - Situasi di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, mendadak mencekam pada Jumat (12/6). Ribuan mahasiswa dan aliansi masyarakat sipil yang hendak menggelar aksi unjuk rasa tertahan dan dicegat aparat gabungan di depan Gedung UOB. Massa yang menyemut membuat arus lalu lintas lumpuh total.
Berdasarkan pantauan JawaPos.com di lokasi, barikade ketat diterapkan oleh aparat keamanan untuk membendung laju massa. Pihak kepolisian bersiaga penuh menjaga baris pertama, sementara personel TNI dengan seragam hijau loreng khasnya berjaga ketat di lapis kedua.
Aksi saling dorong yang cukup sengit sempat pecah antara petugas kepolisian dan massa aksi yang mencoba merangsek maju. Akibat ketegangan ini, sejumlah kendaraan roda empat sempat terjebak di tengah-tengah kerumunan massa yang terus memadat.
Baca Juga:Alasan BEM UI Gelar Aksi di Bundaran HI: Di Istana dan DPR Tidak Pernah Didengar Pemerintah
Ketegangan semakin meningkat saat gelombang massa tambahan terus berdatangan. Sejumlah mahasiswa terlihat tiba menggunakan angkutan kota (angkot) dari arah Kebon Kacang, lalu langsung membaur dan bergabung dengan massa siswa yang sudah lebih dulu memadati Jalan MH Thamrin.
Pengadangan ketat ini membuat estimasi 1.000 massa aksi yang bergerak menjadi terhenti. Dari ribuan demonstran yang turun ke jalan, hanya ada 5 mahasiswa UI yang dilaporkan berhasil menembus barikade berlapis kepolisian di sejumlah titik penyekatan.
Sisanya, ribuan mahasiswa tertahan dan dicegat polisi agar tidak bisa menjangkau titik aksi utama yang direncanakan di Bundaran HI.
Ketua BEM UI, Yatalathof Ma'shum Imawan alias Athof, mengungkapkan kekecewaan mendalam atas tindakan represif serta blokade sepihak yang dilakukan oleh aparat. Padahal, pihak mahasiswa mengklaim telah melayangkan surat pemberitahuan resmi untuk menggelar aksi damai di Bundaran HI. Namun, aparat di lapangan justru memaksa mereka untuk mengalihkan lokasi demonstrasi.
"Hanya kami berlima disini yang berhasil kesini. Semuanya dicegat. Tapi kita akan usahakan tetap aksi di Bundaran HI," ujarnya, Jumat (12/6).
Athof menambahkan bahwa ada upaya penggiringan opini dan pemaksaan dari pihak keamanan agar mahasiswa memindahkan titik orasi mereka ke depan Kompleks Parlemen. Namun, instruksi tersebut langsung ditolak mentah-mentah oleh aliansi mahasiswa.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022