Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 12 Juni 2026 | 22.59 WIB

Alasan BEM UI Gelar Aksi di Bundaran HI: Di Istana dan DPR Tidak Pernah Didengar Pemerintah

Kepala Departemen Kajian Strategis BEM UI, Mora. (Muhamad Ridwan/JawaPos.com). - Image

Kepala Departemen Kajian Strategis BEM UI, Mora. (Muhamad Ridwan/JawaPos.com).

JawaPos.com - Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menggelar aksi unjuk rasa di sekitar kawasan Bundara Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Jumat (12/6). Sebanyak 360 mahasiswa mengenakan almamater kuning turun ke jalan menyikapi berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat.

Kepala Departemen Kajian Strategis BEM UI, Mora, mengungkapkan alasan pihaknya menggelar aksi unjuk rasa di sekitar Bundaran HI. Ia menyebut, selama ini pemerintah tidak pernah mendengar aspirasi massa, meski telah beberapa kali menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung DPR dan Istana Negara.

"Karena selama ini kita sudah berkali-kali melakukan aksi di tempat-tempat pemerintahan, baik itu di patung kuda maupun di depan gedung DPR dan tidak pernah sekalipun kita melihat adanya perubahan yang datang dari pemerintah," kata Mora ditemui di depan Gedung DPR, Jakarta, Jumat (12/6).

Ia memahami, Bundaran HI merupakan salah satu objek vital negara. Ia menegaskan, meski objek vital bukan berarti tidak boleh menggelar aksi unjuk rasa.

Aktivis kemahasiswaan itu juga menekankan, aksi unjuk rasa seharusnya tidak memerlukan izin, jika merujuk pada Undang-Undang. Namun, hanya sekadar pemberitahuan.

"Pada dasarnya berdasarkan dari undang-undang kebebasan berekspresi. Sebenarnya demonstrasi itu tidak perlu izin, demonstrasiitu memerlukan pemberitahuan," tegasnya.

Ia memastikan, pihaknya telah melakukan pemberitahuan sejak Rabu (10/6) atau H-2 menjelang aksi unjuk rasa. Namun, ia menyesalkan adanya penyekatan terhadap massa BEM UI untuk menggelar aksi unjuk rasa.

"Kenapa teman-teman dari pihak polisi itu dapat melakukan penyekatan lalu lintas, dan mengapa urgensinya tadi?Seperti yang saya bilang tadi, kami merasa bahwa selama ini tuntutan-tuntutan maupun aksi-aksi masyarakat sipil itu sudah dilakukan di titik-titik pemerintahan, tapi tidak pernah didengar," pungkasnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore