
Kapal perusak Yugiri kelas Asagiri milik Pasukan Bela Diri Maritim Jepang (Japan Maritime Self-Defense Force/JMSDF). Kapal ini merupakan salah satu armada pengawal yang dioperasikan Angkatan Laut Jepang. (JMSDF/Kyodo)
JawaPos.com – Jepang dan Indonesia mulai membahas kemungkinan transfer kapal perusak kelas Asagiri kepada Jakarta. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Tokyo memperluas kerja sama pertahanan dengan negara-negara mitra di kawasan Indo-Pasifik.
Kesepakatan itu dicapai dalam pertemuan Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi dan Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin di Tokyo. Seperti dilansir Kyodo, Senin (8/6), kedua pihak sepakat memulai pembahasan teknis di tingkat pejabat untuk mengkaji kemungkinan transfer kapal tersebut.
Menurut Kementerian Pertahanan Jepang, Sjafrie menyampaikan keinginan Indonesia untuk memperdalam kerja sama di bidang alutsista dan teknologi pertahanan. Salah satu yang dibahas adalah potensi pengalihan kapal perusak serbaguna milik Pasukan Bela Diri Maritim Jepang (MSDF).
Kedua negara akan memanfaatkan kerangka kerja sama yang dibentuk bulan lalu untuk membahas berbagai aspek transfer. Pembahasan mencakup pelatihan personel, kebutuhan pemeliharaan, hingga persyaratan operasional apabila transfer benar-benar direalisasikan.
Jepang dan Indonesia sebenarnya telah memiliki perjanjian yang menjadi dasar hukum transfer peralatan pertahanan. Kesepakatan tersebut memungkinkan kedua negara melanjutkan pembahasan ke tahap yang lebih teknis.
Kapal perusak kelas Asagiri mulai beroperasi pada 1988. Kapal ini mampu membawa helikopter patroli dan dilengkapi sistem persenjataan antikapal selam serta berbagai perangkat tempur lainnya.
Dalam rekam jejak operasionalnya, kapal kelas Asagiri pernah dikerahkan untuk misi antipembajakan di perairan Somalia. Salah satu kapal utamanya bahkan baru dipensiunkan pada Maret lalu.
Pembicaraan dengan Indonesia berlangsung ketika Jepang semakin aktif menawarkan peralatan pertahanannya ke negara-negara sahabat. Tokyo menilai kerja sama semacam ini penting untuk memperkuat daya tangkal kawasan di tengah peningkatan aktivitas militer dan klaim maritim Tiongkok.
Pada April lalu, Jepang merevisi aturan ekspor peralatan dan teknologi pertahanannya. Perubahan itu melonggarkan pembatasan ekspor senjata sehingga memungkinkan pengiriman kapal perusak dan sistem pertahanan lain ke negara yang telah memiliki perjanjian keamanan dengan Tokyo.
Selain Indonesia, Jepang juga tengah mempercepat pembahasan transfer kapal perusak kelas Abukuma yang telah dipensiunkan kepada Filipina. Tokyo juga bernegosiasi dengan Selandia Baru terkait kemungkinan ekspor fregat canggih kelas Mogami.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
