
Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi berbicara kepada wartawan di Manila, Filipina, pada 23 Juli 2026. (Kyodo)
JawaPos.com – Jepang berkomitmen memperkuat kerja sama dengan negara-negara ASEAN, Tiongkok, dan Korea Selatan dalam menjaga ketahanan energi serta memerangi penipuan daring. Komitmen tersebut disampaikan dalam pertemuan para menteri luar negeri ASEAN Plus Tiga yang digelar di Manila, Filipina.
Seperti dilansir Kyodo, Jumat (24/7), Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi memaparkan berbagai kontribusi Jepang di bidang ketahanan energi dan pemberantasan kejahatan siber kepada para menteri luar negeri ASEAN dan Korea Selatan. Tiongkok diwakili Wakil Menteri Luar Negeri Hua Chunying yang hadir menggantikan Menteri Luar Negeri Wang Yi.
Dalam sambutannya, Motegi mengatakan gabungan produk domestik bruto (PDB) negara-negara ASEAN Plus Tiga kini menyumbang lebih dari seperempat perekonomian dunia. Karena itu, kelompok tersebut memiliki peran yang semakin penting dalam menjaga stabilitas dan kemakmuran kawasan maupun global.
Motegi kembali menegaskan dukungan Jepang terhadap sentralitas ASEAN, persatuan ASEAN, dan ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP). Inisiatif tersebut diadopsi ASEAN untuk menjaga perdamaian, kebebasan, dan kemakmuran di kawasan Indo-Pasifik.
Menurut Motegi, visi Jepang mengenai Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka memiliki prinsip-prinsip yang sejalan dengan AOIP. Oleh sebab itu, Jepang akan berkoordinasi dengan Tiongkok dan Korea Selatan untuk mendorong implementasi inisiatif tersebut melalui kerja sama ASEAN Plus Tiga.
Selain isu keamanan kawasan, para peserta juga menyoroti pentingnya memperkuat jaringan pasokan energi regional. Langkah tersebut dinilai semakin mendesak mengingat situasi di Timur Tengah yang berpotensi mengganggu stabilitas pasokan energi dunia.
Kerangka kerja ASEAN Plus Tiga dibentuk setelah krisis keuangan Asia pada 1997. Forum tersebut bertujuan memperkuat kerja sama praktis antara ASEAN, Jepang, Tiongkok, dan Korea Selatan di berbagai bidang strategis.
Setelah mengikuti pertemuan ASEAN Plus Tiga, Motegi juga bertemu Menteri Luar Negeri Inggris yang baru, Ed Miliband. Dalam pertemuan itu, ia berharap Jepang dan Inggris terus bekerja sama menghadapi berbagai tantangan global di bawah pemerintahan baru Perdana Menteri Andy Burnham.
Motegi juga mengadakan pembicaraan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Filipina Maria Theresa Lazaro. Keduanya bertukar pandangan mengenai berbagai isu regional dan internasional, termasuk perkembangan di Laut Tiongkok Selatan.
Wilayah Laut Tiongkok Selatan masih menjadi salah satu titik ketegangan di Asia karena sebagian besar perairannya diklaim oleh Tiongkok. Klaim tersebut juga tumpang tindih dengan wilayah yang diklaim Filipina, Vietnam, Malaysia, Brunei, dan Taiwan.

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
2 Alasan Vicky Prasetyo Belum Menjenguk Fangfang yang Sudah Melahirkan Buah Hatinya
Komentar Pedas Zlatan Ibrahimovic di Piala Dunia 2026 Bikin Heboh, Ini Deretan Frasa Ikoniknya
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Mediasi Ruben Onsu dan Sarwendah Digelar Tertutup, Ini yang Terjadi di Dalam Ruangan
