
Bandara internasional minangkabau (suprizaltanjung)
JawaPos.com - Aktivitas pesawat militer Amerika Serikat (AS) di wilayah udara Sumatera Barat (Sumbar) terjawab. Berdasar pemberitaan Padang Ekspres (Jawa Pos Group), pesawat yang terdeteksi sebagai C-130T Hercules itu terpaksa mendarat darurat di Bandara Internasional Minangkabau pada Senin (25/5).
Otoritas Bandara Internasional Minangkabau menyampaikan bahwa pesawat tersebut mendarat darurat dalam penerbangan dari Singapura menuju Pangkalan Militer AS Diego Garcia di Samudera Hindia. Sebelum mendarat darurat, pesawat itu mengalami gangguan teknis pada salah satu mesin.
General Manager Bandara Internasional Minangkabau Dony Subardono menyampaikan bahwa pesawat C-130T Hercules melakukan pendaratan darurat sekitar pukul 17.56 WIB. Menurut dia, informasi awal diterima dari Tower Colombo. Dilaporkan bahwa terjadi gangguan pada mesin nomor 3 di pesawat tersebut.
”Kami mendapatkan informasi dari Tower Colombo bahwa ada salah satu pesawat militer mati mesin nomor 3, sehingga sama Tower Colombo diperintahkan landing di bandara terdekat, jalur yang terdekat adalah jalur BIM (Bandara Internasional Minangkabau),” jelas Dony dikutip pada Rabu (3/6).
Menurut Dony, izin diberikan karena ketentuan mengatur penerbangan internasional. Persisnya kewajiban setiap bandara menerima pesawat yang berada dalam kondisi darurat. Sehingga Bandara Internasional Minangkabau tidak boleh menolak pendaratan darurat pesawat tersebut.
Walau berlangsung di tengah cuaca buruk, pesawat angkut berat milik US Navy tersebut berjalan dengan aman dan lancar. Setelah berhasil mendarat, pesawat itu langsung dipindahkan ke hanggar milik Susi Air. Tujuannya untuk menjaga kelancaran operasional penerbangan reguler di Bandara Internasional Minangkabau.
Dony memastikan, penanganan kedatangan pesawat melibatkan berbagai instansi, mulai dari Lanud Sutan Sjahrir, Bea Cukai, Imigrasi, hingga Karantina. Dia menyampaikan bahwa terdapat 16 personel Angkatan Laut Amerika Serikat yang berada di dalam pesawat tersebut.
Setelah pemeriksaan terhadap seluruh dokumen penerbangan dan personel yang berada di dalam pesawat selesai, dipastikan bahwa dokumen penting seperti diplomatic clearance dan security clearance dinyatakan lengkap dan sah. Koordinasi dengan Kedutaan Besar Amerika Serikat dan Kementerian Pertahanan (Kemhan) juga dilakukan.
Tidak lama, Kedutaan Besar Amerika Serikat menerbitkan surat jaminan resmi yang menjadi dasar pemberian fasilitas visa on arrival (VoA) kepada seluruh kru. Selain itu, petugas imigrasi juga melakukan pengambilan data biometrik untuk memastikan seluruh personel tercatat secara resmi dalam sistem keimigrasian Indonesia.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
