Ilustrasi pesawat tempur F-5 Iran. (Aznews TV).
JawaPos.com - Laporan terbaru memicu tanda tanya besar soal efektivitas pertahanan udara Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah, setelah muncul klaim bahwa pesawat tempur lawas milik Iran berhasil menembus sistem pertahanan dan menyerang pangkalan militer AS.
Dalam laporan yang dirilis NBC News, disebutkan bahwa sebuah jet tempur F-5 milik Iran diduga berhasil membombardir Camp Buehring di Kuwait, sebuah pangkalan yang selama ini dikenal memiliki sistem pertahanan udara berlapis.
Jika benar, insiden ini menjadi salah satu pelanggaran paling signifikan terhadap instalasi militer AS dalam beberapa tahun terakhir.
Laporan tersebut mengutip analisis dari American Enterprise Institute (AEI), serta wawancara dengan sejumlah pejabat AS dan staf Kongres.
Temuan ini sekaligus memicu pertanyaan baru mengenai sejauh mana pemerintah AS mengungkap dampak sebenarnya dari serangan balasan Iran.
Iran dilaporkan menyerang lebih dari 100 target di 11 pangkalan militer AS yang tersebar di kawasan Timur Tengah, termasuk di Arab Saudi, Qatar, dan Kuwait.
Dua pejabat yang dikutip menyebut insiden F-5 sebagai 'pertama kalinya dalam beberapa tahun pesawat tempur musuh berhasil menyerang pangkalan militer Amerika'.
Klaim ini kontras dengan pernyataan Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, yang sebelumnya menegaskan bahwa sistem pertahanan Amerika mampu mencegat hampir semua serangan Iran. Ia bahkan menyatakan, “Hampir tidak ada yang bisa mereka lakukan secara militer terhadap kami.”
AEI memperkirakan total kerusakan akibat serangan Iran melampaui EUR 3,7 miliar atau sekitar USD 5 miliar (setara lebih dari Rp 80 triliun). Selain kerugian material, Pentagon mencatat 13 personel tewas dan hampir 400 lainnya terluka.
Namun, laporan ini menyoroti kemungkinan bahwa angka sebenarnya bisa lebih besar. Beberapa rudal Iran disebut berhasil menembus sistem pertahanan udara AS dan sekutunya, bertolak belakang dengan narasi resmi sebelumnya.

Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Menteri PU Dody Hanggodo Ungkap 10.000 Pegawai Terindikasi Judol dan Masalah Absensi
Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 Menit
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Analisis Prediksi Bursa Spanyol vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Roja Lebih Dijagokan Juara Piala Dunia 2026
Jude Bellingham Ungkap Adu Argumennya dengan Lionel Messi saat Inggris Tumbang dari Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
3 Fakta Statistik yang Untungkan Spanyol Kalahkan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Luis de la Fuente Punya Pola Juara
