Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 31 Mei 2026 | 05.26 WIB

Bukan Cuma Konten! Kriminolog Nilai Teror Pocong Kini Bergeser Jadi Modus Kejahatan Jalanan

JADI-JADIAN: Tiga pocong saat berdiri di pinggir jalan menakut-nakuti warga Nagari Talang, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok. (Istimewa) - Image

JADI-JADIAN: Tiga pocong saat berdiri di pinggir jalan menakut-nakuti warga Nagari Talang, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok. (Istimewa)

JawaPos.com - Fenomena teror pocong jadi-jadian tengah menghantui wilayah Jabodetabek sejak Mei 2026. Aksi yang awalnya diduga sekadar keisengan remaja atau demi konten media sosial ini, kini diwaspadai telah bergeser menjadi modus baru kejahatan jalanan, khususnya begal.

Teror mistis buatan ini dilaporkan telah meresahkan warga di berbagai titik rawan, mulai dari Bekasi, Jakarta, Depok, Bogor, Tangerang, hingga Cibinong.

Dari penelusuran JawaPos.com, teror pocong muncul sejak awal Mei 2026 di Jabodetabek, lalu menyebar ke berbagai daerah lain, termasuk Jawa Timur, seperti Kediri, Nganjuk, Lamongan, Malang, hingga terbaru di Probolinggo.

Guru Besar Kriminologi FISIP UI Adrianus Meliala mengungkapkan, motif di balik aksi nyeleneh ini sangat mungkin telah berubah arah menjadi tindakan kriminal murni yang terencana.

"Kemungkinan awalnya iseng saja. Namun karena keisengan itu "menghasilkan", maka motif iseng itu bergeser menjadi "niat kejahatan," ujar Adrianus kepada JawaPos.com, beberapa waktu lalu.

Strategi Pelaku: Manfaatkan Ketakutan Psikologis Korban

Penggunaan kostum pocong dipilih bukan tanpa alasan. Karakter supranatural lokal ini dinilai sangat efektif untuk memicu kepanikan instan di benak masyarakat Indonesia.

Menurut Adrianus, pelaku sengaja memanfaatkan simbol mistis tersebut untuk melumpuhkan kewaspadaan korbannya di jalan raya.

"Tujuan menakut-nakuti dengan pocong itu sebetulnya untuk membuat pengendara berhenti, terkejut dan kemudian mudah disergap dalam rangka begal. Jadi, tidak dalam rangka menakut-nakuti itu sendiri," jelasnya.

Ia juga menambahkan, trik psikologis ini bekerja karena relevan dengan budaya setempat.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore