Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 31 Mei 2026 | 04.56 WIB

Pengemis Pocong Resah dengan Teror Pocong Begal: Korban Salah Tangkap Polisi sampai Pendapatan Merosot

Pengemis pocong kedapatan meminta-minta dengan menunjukkan QRIS kepada pengguna jalan.(Instagram @ardyanrizkia). - Image

Pengemis pocong kedapatan meminta-minta dengan menunjukkan QRIS kepada pengguna jalan.(Instagram @ardyanrizkia).

JawaPos.com - Aksi teror pocong begal yang tengah marak belakangan ini ternyata membawa dampak buruk bagi para pekerja seni jalanan. Salah satunya dirasakan langsung oleh Muhamad Fajar, 16, seorang remaja yang sehari-hari mencari nafkah sebagai pengamen pocong.

Niat hati mencari rezeki halal, Fajar justru harus menanggung apes akibat ulah pelaku begal bersenjata tajam yang mengenakan kostum serupa. Ia kini kerap dicurigai oleh warga hingga sempat diamankan oleh pihak kepolisian karena dikira bagian dari komplotan kriminal tersebut.

Jadi Korban Salah Sasaran Polisi dan Warga

Fajar menceritakan pengalaman pahitnya saat mendadak dihentikan oleh aparat kepolisian di Pondok Aren, Tangerang Selatan, belum lama ini. Tanpa penjelasan yang jelas, petugas langsung mengambil foto wajahnya setelah ia diminta membuka bagian kepala kostumnya.

"Ya merasa terganggu, apalagi saya yang kena incar entar ya kan, padahal bukan saya. Kayaknya itu foto muka saya paling buat nanti misalnya ada yang merampok atau kayak bagaimana ya kan, mungkin biar tahu oh ini orangnya nih," ujar Fajar saat ditemui JawaPos.com.

Tak hanya harus berurusan dengan polisi, Fajar juga kerap menerima intimidasi dan respons negatif dari warga saat sedang berjalan di area publik untuk mengamen.

"Katanya, 'Kamu jangan kostum kayak gini, yang ada nakut-nakutin, nyari uang mah yang bener aja.' Sedangkan saya masih umur 16 tahun, belum punya KTP. Kalau udah punya KTP kan enak kayak kerja," keluh remaja kelahiran 2009 ini.

Enggan Keliaran Malam Hari Hingga Pendapatan Merosot

Imbas dari isu pocong begal ini sangat terasa bagi Fajar. Karena ruang geraknya menjadi terbatas dan ketakutan warga yang meningkat, pendapatan hariannya otomatis langsung anjlok.

"Penghasilan sih agak turun sedikit karena gara-gara pocong itu. Yang biasa 200, sekarang 150. Kadang 300 jadi 200," ungkap remaja yang tinggal di kawasan Pondok Kacang tersebut.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore