Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 27 Mei 2026 | 19.38 WIB

Buntut Viralnya Santriwati Pekalongan Hamil Tanpa Berhubungan Seksual, Pimpinan Ponpes Berinisial H Ditangkap Aparat Kepolisian

Ilustrasi santriwati hamil. (freepik)

JawaPos.com - Seorang pimpinan pondok pesantren di wilayah Buaran, berinisial H, ditangkap aparat kepolisian Pekalongan Kota dari kediamannya, Rabu (27/5) pagi. H diamankan buntut viral hamilnya santriwati berinisial F, yang awalnya mengaku hamil tanpa memiliki suami dan melakukan kontak fisik dengan lawan jenis.

Dari video yang beredar di media sosial, H yang keluar rumah mengenakan sarung hitam dipadu baju koko putih, dan peci putih, tampak terdiam saat digiring menuju mobil yang akan membawanya ke kantor kepolisian. Tak ada sepatah kata yang diucapkan H, saat digiring aparat korps bhayangkara, baik yang berpakaian preman maupun seragam dinas korps bhayangkara.

Saat ini, H masih menjalani proses pemeriksaan, guna ditentukan status hukumnya, terkait hamilnya Santriwati berinsial F yang mengaku hamil tanpa pernah berhubungan badan.

Sebelumnya diberitakan, warga Kabupaten Pekalongan dihebohkan dengan kabar seorang santriwati berinisial F, 22, asal Desa Kedungkebo, Kecamatan Karangdadap, yang disebut hamil hingga melahirkan tanpa pernah berhubungan seksual dengan laki-laki. Pernyataan yang melawan hukum alam tersebut disampaikan oleh pihak keluarga.

Kabar mengenai kehamilan F mencuat setelah berlangsung pertemuan di rumah ayahnya di Dukuh Keberkahan pada Rabu malam, 20 Mei 2026. Pertemuan itu dihadiri perangkat desa, tokoh masyarakat, serta anggota kepolisian dari Polsek Karangdadap.

Ayah F berinisial S mengatakan, keluarga sempat kebingungan ketika mengetahui putrinya mengandung. Menurut pengakuan F kepada keluarga, ia tidak pernah menjalin hubungan maupun melakukan hubungan seksual dengan laki-laki.

"Putri kami berinisial F mengaku sama sekali tidak melakukan hubungan dengan siapapun. Ia meyakini kejadian ini adalah kehendak dan takdir Allah semata," ujar S di hadapan warga, dikutip dari Radar Pekalongan, Sabtu (23/5).

Disebut Sering Mengalami Mimpi Aneh

S menjelaskan, sebelum kehamilan diketahui, putrinya kerap mengalami mimpi-mimpi yang dianggap tidak biasa, baik ketika masih berada di pondok pesantren maupun setelah pulang ke rumah.

"Awalnya ia sering bermimpi, baik saat masih di pondok pesantren maupun saat berada di rumah. Sebelum diketahui hamil pun ia sudah sering bermimpi demikian," tuturnya.

Pihak keluarga menyebut tanda-tanda kehamilan mulai terlihat sejak September 2025 setelah F tidak lagi mengalami menstruasi.

Melahirkan di Klinik Doro, Bayi Diadopsi Keluarga di Banjarnegara

Kehamilan tersebut kemudian berujung pada proses persalinan. F diketahui melahirkan bayi laki-laki di sebuah klinik di wilayah Kecamatan Doro.

Keluarga juga mengungkapkan bahwa bayi tersebut kini telah diadopsi oleh sebuah keluarga yang berada di wilayah Banjarnegara.

S menegaskan keluarganya menerima peristiwa tersebut dan tidak berniat menyalahkan pihak manapun.

"Kami sekeluarga ikhlas menerima kejadian ini dan mengembalikan semuanya kepada kuasa Allah. Kalau kami harus menuntut, kepada siapa? Pacar saja dia tidak punya," tegasnya.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore