Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 26 Mei 2026 | 05.01 WIB

Santriwati di Pekalongan Hamil Tanpa Hubungan Seksual, Komnas Perempuan Buka Suara

Desa Kedungkebo Kecamatan Karangdadap Kabupaten Pekalongan dihebohkan dengan kabar warganya yang hamil lewat mimpi. (Dok Netizen/Rada Pekalongan) - Image

Desa Kedungkebo Kecamatan Karangdadap Kabupaten Pekalongan dihebohkan dengan kabar warganya yang hamil lewat mimpi. (Dok Netizen/Rada Pekalongan)

JawaPos.com - Kasus santriwati berinisial F, 22, di Kabupaten Pekalongan yang diklaim hamil dan melahirkan tanpa berhubungan seksual terus menyedot perhatian publik. Menanggapi fenomena tak biasa ini, Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) langsung angkat bicara dan menyoroti kondisi psikologis korban.

Komnas Perempuan mendesak pemerintah daerah setempat melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A dan PPKB) Pekalongan untuk segera turun tangan memberikan perlindungan intensif bagi F.

Komisioner Komnas Perempuan Devi Rahayu menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas situasi pelik yang tengah dihadapi oleh F dan keluarganya. Menurutnya, prioritas utama saat ini adalah memberikan ruang aman bagi F yang kini rentan mengalami tekanan mental.

Devi menegaskan bahwa pendekatan yang dilakukan haruslah bersifat personal dan berfokus sepenuhnya pada pemulihan korban.

"Keadaan yang menimpa pada F dikuatirkan merupakan keadaan dimana telah mengalami ancaman maupun tekanan dari pihak tertentu," ujar Devi Rahayu kepada JawaPos.com, Senin (25/5).

Soroti Dampak Stigma Masyarakat dan Framing Media
Alur penanganan kasus ini dinilai perlu kehati-hatian tingkat tinggi. Komnas Perempuan mengkhawatirkan adanya dampak sosial yang masif, mengingat klaim kehamilan di luar nalar ini telah memicu kegemparan di tengah masyarakat Pekalongan.

Stigma negatif serta sorotan media yang berlebihan dikhawatirkan justru akan memperburuk kondisi psikis F dan keluarga besarnya.

"Sebaiknya sebelum peran perangkat desa, tokoh masyarakat dan aparat berwajib diperlukan proses pendampingan bagi F dan keluarga yang bertujuan untuk memberikan jaminan perlindungan dan pemulihan," tambah Devi.

Awal Mula Kasus Santriwati Hamil di Pekalongan

Sebelumnya, warga Desa Kedungkebo, Kecamatan Karangdadap, Pekalongan, geger oleh kabar kehamilan F. Pihak keluarga mengklaim bahwa santriwati tersebut melahirkan tanpa pernah melakukan hubungan seksual dengan pria mana pun.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore