Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 20 Mei 2026 | 01.03 WIB

Bukan Sekadar Kriminal Jalanan, Masalah Begal di Jakarta Harus Dituntaskan Sampai ke Akar

Ilustrasi begal.(Dok.JawaPos.com). - Image

Ilustrasi begal.(Dok.JawaPos.com).

JawaPos.com - Begal bukan sekedar kriminal jalanan biasa. Masalah tersebut butuh solusi yang bisa memastikan masalah tuntas sampai ke akar. Menurut pemerhati isu-isu kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Bambang Rukminto, begal muncul di atas problem ekonomi urban, lemahnya kontrol sosial, pasar penadahan, pola patroli, dan efek jera yang tidak konsisten.

”Karena itu, pembentukan Tim Pemburu Begal oleh Polda Metro Jaya mungkin penting sebagai respons cepat dan simbol kehadiran negara, tetapi itu lebih bersifat tactical response, bukan solusi struktural,” kata dia saat diwawancarai pada Selasa (19/5).

Berkaca dari tindakan serupa di berbagai daerah, Bambang menyatakan bahwa setelah operasi besar yang dilakukan Tim Pemburu Begal berlangsung, angka kasus begal memang turun. Namun itu hanya sementara waktu. Sebab, ekosistem dan jejaring yang berkelindan dengan kejahatan begal tidak dibongkar sampai ke akarnya.

Menurut Bambang, jika Polda Metro Jaya benar-benar ingin begal ditekan secara signifikan, pendekatan yang dilakukan harus bergeser dari sekadar mengejar pelaku menjadi disruption terhadap seluruh rantai kejahatan. Dia pun menyebut beberapa aspek penting.

Termasuk diantaranya intelligence-led policing, bukan sekadar patroli reaktif. Dalam konteks tersebut, polisi harus memetakan hotspot, jam rawan, pola mobilitas pelaku, hubungan dengan geng motor, residivis, hingga jaringan penadah kendaraan dan sparepart.

”Banyak kasus begal bertahan karena pasar penadah tetap hidup,” ucap Bambang.

Selain itu, kegiatan patroli berbasis harus berbasis data dan dominan di wilayah, Khususnya pada titik transisi urban seperti jalan arteri yang sepi, underpass, kawasan industri malam hari, akses tol, dan wilayah perbatasan Jakarta–Bekasi–Depok–Tangerang.

”Selama ini patroli sering terlalu administratif dan tidak berbasis crime mapping real time,” ujarnya.

Pengawasan penadahan dan bengkel ilegal, kata Bambang, adalah kunci yang sering diabaikan. Menurut dia, begal tidak akan berkembang tanpa ekonomi ilegal yang menyerap motor hasil curian. Untuk itu, operasi harus menyasar penadah, bukan hanya pelaku lapangan.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore