
Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea menerima aduan dari korban kiai cabul Ponpes Ndolo Kusumo Pati di Kelapa Gading, Jakarta Utara (Jakut) pada Kamis (7/5).
JawaPos.com - Salah seorang korban kekerasan seksual di Pondok Pesantren (Ponpes) Ndolo Kusumo, Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Pati, Jawa Tengah (Jateng) memohon agar pelaku bernama Ashari dihukum berat. Permohonan itu dia sampaikan saat menemui pengacara kondang Hotman Paris Hutapea di Kelapa Gading, Jakarta Utara (Jakut) pada Kamis (7/5).
"Saya berharap (pelaku) dihukum seberat-beratnya," kata korban di hadapan awak media.
Dalam pertemuan bersama Hotman, korban didampingi oleh orang tua, penasihat hukum, serta mantan pegawai Ashari di Ponpes Ndolo Kusumo. Berdasar informasi yang diterima oleh Hotman, korban Ashari di ponpes tersebut bukan satu atau dua orang. Sudah banyak korban lain yang sebagian besar adalah anak di bawah umur. Bahkan jumlahnya mencapai ratusan orang.
"Itu berlangsung 3 tahun, bayangkan 3 tahun. Dan dia saksikan sendiri kalau dia (korban) berhalangan, gantian santri-santri cewek lain. Rata-rata di bawah umur juga, semuanya di bawah umur rata-rata," ucap Hotman.
Pengakuan korban, lanjut Hotman, diperkuat oleh keterangan dari salah seorang mantan pegawai di ponpes tersebut. Dari pengakuan mantan pegawai itu diketahui bahwa Ashari sebagai pelaku memang kerap membawa santriwati untuk melakukan tindakan asusila. Perbuatan terlarang itu seringkali dipergoki oleh mantan pegawai tersebut.
"Tukang (mantan pegawai Ponpes Ndolo Kusumo) di situ juga menyaksikan. Menyaksikan itu malam berganti cewek yang beda, yang dibawa ke kamar. Sampai pagi tentu," ucap dia.
Hotman mengungkapkan, jika cerita korban diungkap secara terang-benderang akan sangat vulgar. Karena itu, pihaknya hanya menyampaikan inti dari perbuatan cabul pelaku kepada korban.
Menurut pengakuan korban, perbuatan itu dilakukan selama 3 tahun. Para korban enggan bukan suara karena kerap mendapat perlakuan kasar bila menolak kemauan pelaku.
"Dia juga melihat sering cewek gonta-ganti. Gonta-ganti anak-anak santri di sana, dan juga kalau kamu berhalangan selama 3 tahun itu (gonta-ganti santriwati)," jelas Hotman.

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
10 Besar Penjualan Mobil Juni 2026: BYD Comeback jadi Merek Tiongkok Terlaris Kalahkan Jaecoo
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Viral dr. Anggi Aprilyani Masuk Gereja, Tuai Tudingan Penistaan Agama
Gosip Perselingkuhan Lionel Messi Memanas, Sang Istri Tanggapi Rumor Skandal Suami dengan Jurnalis Argentina
