
Ilustrasi Makan Bergizi Gratis (MBG). (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
JawaPos.com - Pengelolaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai membutuhkan kesabaran ekstra dalam menyediakan makanan sehat untuk mengintervensi gizi anak nasional. Menurutnya, perlu ketelitian dalam pengelolaan program strategis nasional tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pendukung Program Makanan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI), Abdul Rivai Ras.
Ia memandang, kompleksitas MBG jauh melampaui penyelenggaraan Pemilu yang hanya berlangsung sekali dalam lima tahun.
"Pemilu saja, meski sudah berulang kali diselenggarakan, masih senantiasa memerlukan evaluasi dan penyempurnaan. MBG harus lebih presisi karena menyangkut asupan gizi harian yang langsung memengaruhi tumbuh kembang anak-anak dan generasi penerus bangsa," kata Abdul Rivai Ras kepada wartawan, Senin (4/5).
Berdasarkan perspektif ilmu gizi dan kesehatan masyarakat, program MBG memiliki potensi besar untuk menurunkan prevalensi stunting, meningkatkan capaian belajar anak, serta memperkuat fondasi kesehatan generasi mendatang.
Namun, Rivai Ras memahami transformasi sistemik tersebut tidak mungkin sempurna dalam waktu singkat. Karena itu, diperlukan kesabaran kolektif, pendekatan ilmiah berbasis data, serta mekanisme perbaikan berkelanjutan.
Dalam menyukseskan program tersebut, dibutuhkan pembentukan Tim Asistensi Independen yang akan mendampingi BGN dan melakukan pengawalan pelaksanaan MBG. Nantinya, tim tersebut diharapkan dapat menyediakan rekomendasi berbasis riset, monitoring berbasis data, serta solusi teknis dari berbagai pemangku kepentingan.
“APPMBGI siap berkontribusi aktif dan memberikan dukungan penuh apabila diperlukan. Kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat sipil merupakan kunci keberhasilan program ini,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya perspektif jangka panjang dalam memastikan keberlanjutan program MBG. Sebab, MBG merupakan investasi bangsa yang paling mendasar.
"Masa depan Indonesia sangat bergantung pada apa yang kita berikan hari ini kepada anak-anak kita. Mari kita kelola dengan kesabaran, ketelitian, dan semangat gotong royong yang tinggi," pungkasnya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
