Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 2 Mei 2026 | 04.00 WIB

Muktamar NU 2026 Panas, Sebanyak 400 Suara Mengerucut ke Calon Tunggal

Rapat Pleno Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (9/12) malam. (Istimewa) - Image

Rapat Pleno Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (9/12) malam. (Istimewa)

JawaPos.com - Dinamika internal Nahdlatul Ulama (NU) kian menghangat menjelang Muktamar ke-35 yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026. Berbagai manuver politik organisasi mulai bermunculan, baik dalam bentuk pencalonan diri secara terbuka maupun pengusungan figur-figur strategis yang dinilai memiliki pengaruh kuat di tingkat nasional maupun daerah.

Tokoh muda NU, Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau yang akrab disapa Gus Lilur, memberikan analisis mendalam terkait peta kekuatan yang saat ini berkembang. Ia menilai, kontestasi kali ini tidak hanya soal figur, tetapi juga pertarungan jaringan besar yang saling beririsan.

"Saya mencermati dari dekat percaturan para aktor utama dalam Muktamar ke-35 ini. Dari hasil pencermatan tersebut, dinamika di lapangan saat ini dapat dibaca," kata Gus Lilur kepada wartawan, Jumat (1/5).

Ia menjelaskan, terdapat enam poros utama yang sedang bergerak. Pertama adalah calon Ketua Umum petahana, Yahya Cholil Staquf, yang saat ini tengah mencari pasangan Rais Aam untuk memperkuat basis dukungan dan legitimasi.

Kedua, Rais Aam petahana Miftachul Akhyar yang berada dalam satu konfigurasi dengan Sekretaris Jenderal Saifullah Yusuf. Keduanya disebut sedang mencari figur kuat untuk diusung sebagai calon Ketua Umum dalam Muktamar mendatang.

Ketiga, muncul figur yang didukung oleh kekuatan penguasa, yakni Menteri Agama Nazaruddin Umar. Ia juga dinilai tengah mencari pasangan untuk posisi Rais Aam guna memperkuat peluangnya dalam kontestasi.

Keempat, terdapat poros besar yang disokong jaringan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan IKA PMII. Di dalamnya masih terjadi persaingan internal antara sejumlah nama seperti KH Abdussalam Shohib, KH Yusuf Chudhori, KH Imam Jazuli, dan KH Abdul Ghoffar Rozin, meski untuk posisi Rais Aam sudah mengerucut pada Said Aqil Siradj.

Kelima, kekuatan dari jejaring PWNU Jawa Timur mendorong figur KH Abdul Hakim Mahfuz, yang hingga kini masih mencari pasangan untuk posisi Rais Aam.

"Sementara, poros keenam menghadirkan KH Marzuki Mustamar yang telah memastikan dukungan kepada Said Aqil Siradj sebagai calon Rais Aam," ungkapnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore