Ilustrasi: Warga membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) di salah satu SBPU di Depok, Jawa Barat, Selasa (31/3/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Memilih bahan bakar sering kali hanya didasarkan pada harga yang tertera di SPBU. Padahal, setiap jenis BBM memiliki karakteristik berbeda yang dapat memengaruhi performa kendaraan, efisiensi konsumsi bahan bakar, hingga kondisi mesin dalam jangka panjang.
Di Indonesia, Pertalite dan Pertamax menjadi dua jenis bensin yang paling banyak digunakan. Meski sama-sama diproduksi Pertamina, keduanya memiliki spesifikasi yang berbeda. Memahami perbedaannya bisa membantu kamu menentukan bahan bakar yang paling sesuai dengan kebutuhan dan spesifikasi kendaraan.
Berikut perbedaan Pertalite dan Pertamax seperti dirangkum dari laman Suzuki Indonesia!
Salah satu perbedaan paling mendasar antara Pertalite dan Pertamax terletak pada nilai oktannya atau Research Octane Number (RON). Pertalite memiliki RON 90, sedangkan Pertamax memiliki RON 92.
Semakin tinggi angka oktan, semakin baik kemampuan bahan bakar menahan pembakaran dini akibat tekanan tinggi di dalam ruang mesin. Karena itu, Pertamax umumnya lebih cocok digunakan pada kendaraan dengan teknologi mesin yang lebih modern dan rasio kompresi lebih tinggi. Sementara Pertalite masih dapat digunakan untuk kendaraan yang memang dirancang menggunakan bahan bakar dengan spesifikasi tersebut.
Jenis bahan bakar yang digunakan ternyata berpengaruh terhadap respons mesin saat kendaraan dikendarai. Ketika bensin yang dipakai sesuai dengan rekomendasi pabrikan, proses pembakaran berlangsung lebih optimal, sehingga tenaga yang dihasilkan mesin juga lebih maksimal.
Pada kendaraan dengan kompresi tinggi, penggunaan Pertamax biasanya membuat akselerasi terasa lebih halus dan responsif. Sebaliknya, jika mesin membutuhkan oktan lebih tinggi tetapi terus-menerus menggunakan bahan bakar dengan oktan lebih rendah, sistem mesin akan menyesuaikan proses pembakaran, sehingga performanya bisa terasa kurang bertenaga.
Banyak orang beranggapan Pertalite lebih hemat karena harga per liternya lebih murah. Namun, jika dilihat dari sisi teknis, Pertamax berpotensi memberikan efisiensi yang lebih baik karena proses pembakarannya cenderung lebih sempurna.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
Prediksi Skor Rennes vs Olympiakos: Tuan Rumah Andalkan Kekuatan Bermain di Roazhon Park
Prediksi Skor PSV Eindhoven vs Club Brugge di Liga Champions: Blauw-Zwart Bidik Kemenangan Tandang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Bonek Murka! Persebaya Dibantai Kendal Tornado, Uston Nawawi Gantikan Tavares?
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
8 Hal yang Dianggap Membosankan oleh Ekstrovert, tetapi Justru Menjadi Kebahagiaan bagi Introvert

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022