Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 15 April 2026 | 22.56 WIB

Harga BBM Tidak Naik Jadi Alasan Publik Puas dengan Kinerja Prabowo-Gibran

Presiden Prabowo Subianto menyaksikan langsung penyerahan uang senilai Rp 11,4 triliun yang merupakan hasil denda administratif dan penyelamatan keuangan negara oleh Kejaksaan Agung (Kejagung), Jumat (10/4/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Presiden Prabowo Subianto menyaksikan langsung penyerahan uang senilai Rp 11,4 triliun yang merupakan hasil denda administratif dan penyelamatan keuangan negara oleh Kejaksaan Agung (Kejagung), Jumat (10/4/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Perang di Timur Tengah antara Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap Iran berdampak pada global. Salah satunya ketersediaan dan harga bahan bakar minyak (BBM). Sejumlah negara pun membuat kebijakan atas kondisi perang itu. Di antaranya menaikkan harga BBM di negara mereka.

Berbeda dengan Indonesia. Pascaperang AS-Israel dengan Iran, Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto-Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka malah mempertahankan harga BBM. Baik untuk subsidi maupun non-subsidi. 

Kebijakan itu menjadi salah satu alasan publik puas terhadap kinerja Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Kepuasan itu tergambar dalam hasil survei publik yang dilakukan oleh Lembaga survei Media Survei Nasional (Median). 

Direktur Eksekutif Median Rico Marbun mengatakan, sebanyak responden menyatakan puas mencapai 71,8% atas kinerja Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Sementara itu 23,7% menyatakan tidak puas dan 4,5% tidak menjawab atau tidak tahu.

“Stabilitas harga BBM menjadi faktor kunci. Karena, efeknya sangat luas terhadap daya beli masyarakat," kata Rico Marbun dalam konferensi pers yang berlangsung daring pada Rabu (15/4).

Ada tiga alasan publik puas terhadap kinerja Prabowo-Gibran. Pertama, 24,5% menyatakan Prabowo-Gibran mampu menjaga harga BBM yang tidak naik atau stabil. Kedua, 15,4% terhadap makan bergizi gratis (MBG). Ketiga, memberantas korupsi (9,3%).

Adapun survei median ini berlangsung pada periode 30 Maret hingga 7 April 2026. Pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner melalui media sosial dengan target responden pengguna aktif media sosial berusia 17 hingga 60 tahun ke atas.

Sebanyak 1.300 responden terlibat dalam survei ini. Semuanya tersebar di 38 provinsi. Distribusi pertanyaan dilakukan secara proporsional terhadap populasi dan tersebar di berbagai wilayah Indonesia melalui akun media sosial.

Temuan lain dari survei Median, yakni 67,0% publik tidak mendukung Presiden Prabowo Subianto dimundurkan atau dilengserkan sebelum 2029. "Ada lima alasan publik tidak setuju Presiden Prabowo dimundurkan atau dilengserkan di tengah jalan," sebut Rico.

Kelima alasan itu menghindari perpecahan dan Kkekacauan (20,4%); kerja Prabowo dinilai cukup baik (17,8%); masa jabatan belum selesai (15,0%); sesuai mandat rakyat dan pemenang pemilu (12,5%); dan kepuasan terhadap kerja pemberantasan korupsi (8,4%).

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore