
Presiden Prabowo Subianto menyaksikan langsung penyerahan uang senilai Rp 11,4 triliun yang merupakan hasil denda administratif dan penyelamatan keuangan negara oleh Kejaksaan Agung (Kejagung), Jumat (10/4/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Perang di Timur Tengah antara Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap Iran berdampak pada global. Salah satunya ketersediaan dan harga bahan bakar minyak (BBM). Sejumlah negara pun membuat kebijakan atas kondisi perang itu. Di antaranya menaikkan harga BBM di negara mereka.
Berbeda dengan Indonesia. Pascaperang AS-Israel dengan Iran, Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto-Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka malah mempertahankan harga BBM. Baik untuk subsidi maupun non-subsidi.
Kebijakan itu menjadi salah satu alasan publik puas terhadap kinerja Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Kepuasan itu tergambar dalam hasil survei publik yang dilakukan oleh Lembaga survei Media Survei Nasional (Median).
Direktur Eksekutif Median Rico Marbun mengatakan, sebanyak responden menyatakan puas mencapai 71,8% atas kinerja Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Sementara itu 23,7% menyatakan tidak puas dan 4,5% tidak menjawab atau tidak tahu.
“Stabilitas harga BBM menjadi faktor kunci. Karena, efeknya sangat luas terhadap daya beli masyarakat," kata Rico Marbun dalam konferensi pers yang berlangsung daring pada Rabu (15/4).
Ada tiga alasan publik puas terhadap kinerja Prabowo-Gibran. Pertama, 24,5% menyatakan Prabowo-Gibran mampu menjaga harga BBM yang tidak naik atau stabil. Kedua, 15,4% terhadap makan bergizi gratis (MBG). Ketiga, memberantas korupsi (9,3%).
Adapun survei median ini berlangsung pada periode 30 Maret hingga 7 April 2026. Pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner melalui media sosial dengan target responden pengguna aktif media sosial berusia 17 hingga 60 tahun ke atas.
Baca Juga:Bertemu Presiden Prancis, Prabowo Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan hingga Ekonomi Kreatif
Sebanyak 1.300 responden terlibat dalam survei ini. Semuanya tersebar di 38 provinsi. Distribusi pertanyaan dilakukan secara proporsional terhadap populasi dan tersebar di berbagai wilayah Indonesia melalui akun media sosial.
Temuan lain dari survei Median, yakni 67,0% publik tidak mendukung Presiden Prabowo Subianto dimundurkan atau dilengserkan sebelum 2029. "Ada lima alasan publik tidak setuju Presiden Prabowo dimundurkan atau dilengserkan di tengah jalan," sebut Rico.
Kelima alasan itu menghindari perpecahan dan Kkekacauan (20,4%); kerja Prabowo dinilai cukup baik (17,8%); masa jabatan belum selesai (15,0%); sesuai mandat rakyat dan pemenang pemilu (12,5%); dan kepuasan terhadap kerja pemberantasan korupsi (8,4%).
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Prediksi Skor Viktoria Plzen vs Union SG di Liga Europa: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Manchester City vs Norwich: Maresca Rotasi Skuad
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin
Prediksi Skor Real Sociedad vs Bournemouth di Liga Europa: Txuri-urdin Bakal Kesulitan Redam Lawan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022