
Sejumlah mahasiswa memasang spanduk bertuliskan No Place For Sexual Harassment saat mediasi pengungkapan kasus dugaan kekerasan seksual di Kampus Universitas Budi Luhur (UBL), Jakarta, Selasa (14/4/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com – Mahasiswa Universitas Budi Luhur (UBL) melayangkan ultimatum 2x24 jam agar pihak kampus menindak tegas oknum dosen berinisial Y yang diduga melakukan pelecehan seksual. Hal ini mereka sampaikan saat forum terbuka di Taman Laku Luhur, UBL, Selasa (14/4).
Para mahasiswa menuntut transparansi total dan mendesak agar terduga pelaku segera dipecat serta dilarang menginjakkan kaki di lingkungan kampus.
Aksi ini dipicu oleh fakta bahwa dosen Y, yang diklaim telah dinonaktifkan, ternyata masih bebas beraktivitas. Mahasiswa menemukan bukti bahwa terduga pelaku masih menghadiri acara ulang tahun kampus hingga memimpin briefing organisasi.
Presiden Mahasiswa (Presma) UBL, Rajwa, menyatakan kekecewaannya karena surat keputusan (SK) pemberhentian sementara selama satu semester seolah tidak bertaring.
"Ya awalnya adalah kita menyayangkan bahwa awalnya udah ada surat putusan di tanggal 27 Februari tersebut tapi si terduga pelaku masih berkeliaran di sini," ujar Rajwa.
Dalam diskusi dengan pihak rektorat, mahasiswa menegaskan tidak akan mundur. Jika dalam waktu dua hari tuntutan mereka tidak diindahkan, komitmen pengawalan kasus ini akan ditingkatkan ke skala yang lebih besar.
Rajwa menekankan bahwa suara mahasiswa sudah bulat. Kampus harus bersih dari predator seksual.
"Intinya adalah pelaku dijalin hukuman yang sekeras-kerasnya sesuai daripada kalau yang kita baca adalah menunggu dari hasil putusan-putusan hukum, tapi suara mahasiswa adalah tadi bisa dengar sendiri bahwa diharapkan terduga pelaku tidak ada di lingkungan kampus lagi, seperti itu," tambahnya.
Sementara itu, Wakil Ketua BEM Universitas UBL Zefanya Evandie Rifai menegaskan, gerakan ini adalah murni aspirasi organik dari mahasiswa tanpa intervensi pihak luar. Target utama mahasiswa saat ini adalah memastikan dosen Y dikeluarkan sehingga lingkungan kampus bersih dari predator seksual.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
