Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 9 April 2026 | 15.56 WIB

Angka Kepuasan Publik Tinggi, Pengamat Nilai One Way Bikin Perjalanan Mudik Lebih Lancar

Ilustrasi polantas mengatur lalu lintas pada periode mudik lebaran 2026. (Istimewa) - Image

Ilustrasi polantas mengatur lalu lintas pada periode mudik lebaran 2026. (Istimewa)

JawaPos.com - Pengamat transportasi Darmaningtyas menilai, keberhasilan Operasi Ketupat 2026 tak lepas dari upaya menciptakan kelancaran dan keselamatan perjalanan pemudik. Penyelenggaraan mudik tahun ini diketahui mendapat kepuasan publik mencapai 85,3 persen.

"Dalam mudik ada dua indikator, satu soal kelancaran, kedua dari aspek keselamatan. Dengan adanya One Way bagi pemudik maupun saat arus balik tentu itu membuat perjalanan lancar. Aspek keselamatan salah satu yang selalu kita harapkan kalau saat mudik adalah menurunnya angka laka lantas baik luka ringan berat maupun meninggal," ujar Darmaningtyas, Kamis (9/4).

Dia menyampaikan, lalu lintas mudik tahun ini terbilang terkendali. Kepadatan kendaraan bisa diurai dengan baik. Angka kecelakaan juga mengalami penurunan.

"Dua indikator itu sebenarnya tercapai pada tahun ini, wajar apabila masyarakat pemudik mengapresiasi dengan memberikan penilaian yang cukup tinggi terhadap kinerja lalu lintas dalam penyelenggaraan angkutan mudik 2026 baik saat arus mudik maupun arus balik. Saya kira yang menjadi dasar penilaian bagi warga terhadap kebijakan Operasi Ketupat selama mudik lebaran 2026," imbuhnya.

Menurutnya, tingginya apresiasi masyarakat tidak terlepas dari koordinasi dan kolaborasi berbagai pihak, termasuk dalam penyampaian informasi dan pemanfaatan teknologi.

"Apresiasi yang tinggi dari masyarakat tidak lepas dari adanya koordinasi dan kolaborasi antar berbagai pihak dalam penyelenggaraan mudik lebaran, termasuk juga di dalam mengkomunikasikan regulasi-regulasi terkait dengan mudik, dan juga tentu ditopang oleh teknologi yang baik terutama dari command center Jasa Marga bisa melihat kepadatan lalu lintas, sehingga kepolisian bisa menentukan kebijakan rekayasa apakah contraflow atau one way," jelasnya.

Tingginya beban kerja pengamanan mudik menjadikan sinergi para pemangku kepentingan sebagai kunci keberhasilan. Tanpa adanya kerja sama yang baik tidak bisa upaya pengamanan berjalan maksimal.

Meski demikian, dari sisi kenyamanan masih terdapat sejumlah catatan, terutama terkait kepadatan di rest area. Hal ini dinilai bisa dipahami, mengingat situasi yang terjadi dilapangan. 

"Dari aspek kenyamanan saya kira dalam kondisi seperti ini kita tidak bisa bicara kenyamanan. Misalnya saat memasuki rest area pengguna kendaraan pribadi parkir di bahu jalan tentu ini mengurangi kenyamanan tetapi dalam situasi yang di luar kebiasaan minus kenyamanan ini bisa dipahami," ungkapnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore