Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 6 April 2026 | 00.22 WIB

Heboh Seruan Gulingkan Prabowo, Hasan Nasbi: Dunia Kacau Balau, tapi di Dalam Negeri Malah Memprovokasi

Founder Principle Communication Office, Hasan Nasbi. (Istimewa) - Image

Founder Principle Communication Office, Hasan Nasbi. (Istimewa)

JawaPos.com - Penggalan pernyataan pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani, yang diduga menyinggung upaya menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto, viral di media sosial. Pernyataan itu menghebohkan publik, serta menyita perhatian.

Founder Principle Communication Office, Hasan Nasbi, menyampaikan kekecewaannya terhadap pernyataan yang cenderung mengarah pada ajakan menjatuhkan pemerintahan Prabowo Subianto. 

Menurut Hasan, fenomena ini tidak berdiri sendiri. Ia menyebut ada kelompok yang mengklaim diri sebagai pejuang demokrasi, tetapi memiliki standar yang subjektif dalam menilai demokrasi itu sendiri.

“Memang ada kelompok masyarakat di bangsa kita maupun di negara lain yang itu mengaku pejuang demokrasi, tapi mereka mengukur demokrasi itu dengan isi perutnya sendiri, mengukur demokrasi itu dengan perasaan dan keinginannya sendiri," kata Hasan Nasbi dalam unggana pada media sosial Instagram pribadinya, Minggu (5/4).

Hasan menjelaskan, kelompok tersebut cenderung menganggap demokrasi berjalan baik hanya ketika kepentingannya terpenuhi. Namun, akan menilai tidak demokratis ketika berada di luar kekuasaan.

Hasan menyebut, fenomena semacam ini sebenarnya sudah terjadi di berbagai era pemerintahan di Indonesia. Fenomena itu terjadi sejak era Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Presiden ke-7 RI Joko Widodo, hingga saat ini Presiden RI Prabowo Subiyanto.

"Hari ini satu setengah tahun lah zaman kepemimpinannya Pak Prabowo, ada juga orang-orang yang kemarin merupakan bagian dari barisan yang kurang beruntung. Artinya dia kan mendukung capres-capres juga. Orang-orang ini kan kemarin juga mendukung capres-capres tapi kebetulan kurang beruntung di pemilu terakhir mereka kurang beruntung," ujarnya.

Ia menekankan, demokrasi telah menyediakan jalur yang jelas untuk meraih kekuasaan, yaitu melalui Pemilu, bukan melalui upaya provokasi, apalagi dengan cara menggulingkan kekuasaan.

“Mereka itu ngakunya pejuang demokrasi tapi enggak pernah mau paham apa esensi demokrasi. Kalau perebutan kekuasaan dalam demokrasi itu difasilitasi kok, tapi lewat apa? Lewat pemilu. Kalau Anda ingin berkuasa difasilitasi kok sama demokrasi tapi lewat apa? Lewat pemilu," cetusnya.

Dalam situasi global yang penuh tantangan, lanjut Hasan, stabilitas nasional harus menjadi prioritas utama, bukan justru memicu konflik internal.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore